Kemenag Jember Ajak Umat Islam Aktif Menjemput Hidayah Allah

  • 30 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember mengajak umat Islam untuk tidak hanya menunggu datangnya hidayah Allah SWT, tetapi juga berupaya secara aktif menjemputnya melalui ibadah, amal saleh, dan perbaikan diri secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Jember, Ustadz H. Saifullahudi, S.Pd.I., dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Jember, Selasa 28 Juli 2026, yang membahas pentingnya hidayah sebagai petunjuk hidup bagi setiap muslim.

Menurut Saifullahudi, hidayah merupakan anugerah istimewa dari Allah SWT yang menjadi jalan keselamatan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

"Hidayah adalah suatu keistimewaan yang diberikan Allah kepada seseorang sebagai jalan untuk selamat, selamat di dunia dan selamat di akhirat," ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tanda yang dapat dikenali pada seseorang yang berupaya menjemput sekaligus mendapatkan hidayah Allah SWT. Salah satunya adalah munculnya rasa ringan dan mudah dalam menjalankan ibadah.

"Seseorang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT akan selalu mudah dan ringan melakukan ibadah kepada Allah, tidak berat melangkah, bahkan selalu merindukan waktu-waktu ibadah," kata Saifullahudi.

Menurutnya, kondisi tersebut muncul karena seseorang telah memahami hakikat penciptaan manusia yang bertujuan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Selain itu, ciri berikutnya adalah hati yang bergetar ketika mendengar nama Allah atau ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan. Perasaan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya keimanan seseorang.

Saifullahudi juga menekankan pentingnya sikap istikamah dalam menjalankan amalan kebaikan. Ia mengatakan, konsistensi dalam beribadah dan berbuat baik, meskipun dalam jumlah kecil, sangat dicintai oleh Allah SWT.

"Orang yang mendapatkan hidayah adalah mereka yang senantiasa istiqamah, konsisten, dan teguh pendiriannya dalam menjalankan kebaikan," ujarnya.

Selain istikamah, umat Islam juga dianjurkan untuk membiasakan diri membaca dan menghafal Al-Qur'an. Menurutnya, kedekatan dengan kitab suci menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Ia menambahkan, gemar bersedekah juga termasuk tanda seseorang berada dalam jalan hidayah. Sikap dermawan tidak hanya dilakukan saat kondisi ekonomi berkecukupan, tetapi juga ketika menghadapi keterbatasan.

"Orang yang mendapatkan hidayah dari Allah adalah orang yang senantiasa gemar bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit," katanya.

Lebih lanjut, Saifullahudi menyebutkan bahwa menjauhi segala bentuk kemaksiatan menjadi langkah penting dalam menjemput hidayah. Menurutnya, menjaga pandangan, pendengaran, dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang agama merupakan bentuk kesungguhan seorang muslim dalam memperbaiki diri.

Ciri terakhir yang disampaikan adalah membiasakan diri memperbarui taubat dan memperbanyak istigfar. Ia menilai, kesadaran untuk mengakui kesalahan dan memohon ampun kepada Allah SWT menjadi salah satu pintu datangnya petunjuk dan keberkahan hidup.

"Seseorang yang akan mendapatkan hidayah dari Allah SWT adalah yang selalu memperbaharui taubatnya dan memperbanyak istigfar," ujarnya.

Di akhir dialog, Saifullahudi menegaskan bahwa hidayah sepenuhnya merupakan hak prerogatif Allah SWT. Namun demikian, setiap muslim tetap berkewajiban melakukan ikhtiar melalui amal saleh, meningkatkan kualitas ibadah, serta memanjatkan doa agar senantiasa diberi keteguhan iman dan ketakwaan.

Ia berharap umat Islam dapat menjadikan hidayah sebagai tujuan utama dalam kehidupan, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, terarah, dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....