Tari Tradisional Harus Berinovasi tanpa Kehilangan Jati Diri
- 16 Jul 2026 11:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Tari tradisional dinilai perlu terus beradaptasi agar tetap diminati generasi muda. Hal tersebut disampaikan Rahma Desna Septya, siswi kelas XII IPS SMAN Jenggawah, saat hadir dalam program SKENA (Siaran Edukasi Anak Muda) di Sore Ceria Pro 2 RRI Jember pada Selasa, 14 Juli 2026.
Bersama timnya, Desna berhasil meraih Juara 2 Lomba Tari Tradisional Regu tingkat Kabupaten Jember dan Juara Harapan 1 Lomba Tari Tradisional tingkat Provinsi Jawa Timur. Selain aktif di dunia tari, ia juga memiliki prestasi di bidang sastra, di antaranya Juara 2 Pidato Trio tingkat Provinsi Jawa Timur dan Juara Harapan 2 FLS2N cabang baca puisi tingkat Kabupaten Jember tahun 2025.
Menurut Desna, tantangan terbesar dalam tari beregu adalah menjaga kekompakan gerakan dengan seluruh anggota. Berbeda dengan tari solo yang masih memungkinkan penari melakukan improvisasi ketika terjadi kesalahan, tari kelompok menuntut seluruh penari bergerak selaras agar penampilan tetap harmonis.
Ia juga menceritakan pengalaman paling berkesan saat mengikuti lomba tingkat provinsi. Persiapan dilakukan selama bulan Ramadan dengan jadwal latihan dari pagi hingga malam hari. Bahkan, ia bersama tim beberapa kali harus berbuka puasa di perjalanan karena padatnya jadwal latihan menjelang kompetisi.
Bagi Desna, perkembangan tari tradisional tidak harus membuat identitas budayanya hilang. Ia menilai inovasi melalui tari kreasi justru menjadi cara agar seni tradisional tetap relevan dan lebih mudah diterima oleh generasi muda, selama nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan.
Menutup perbincangan, Desna mengajak anak muda untuk tidak takut menghadirkan pembaruan dalam berkesenian.
"Menurut saya, inovasi dalam tari tradisional itu penting supaya tidak ketinggalan zaman dan tetap diminati anak muda, asalkan esensi serta pesan budayanya tetap dijaga," ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....