Gotong Royong Menjaga Pantai Tetap Bersih

  • 30 Jun 2026 21:22 WIB
  •  Jember

RRICO.ID, Lumajang - Riuh tepuk tangan penonton perlahan mereda ketika puncak Segoro Topeng Kaliwungu 2026 berakhir di Pantai Watu Pecak, Minggu (28/6/2026). Ribuan pengunjung mulai meninggalkan lokasi, tetapi aktivitas di kawasan pantai belum benar-benar selesai.

Di bawah cahaya lampu, petugas kebersihan, relawan, panitia, komunitas, hingga masyarakat masih menyusuri bibir pantai. Mereka memungut sampah yang tertinggal, mengumpulkannya ke titik pengangkutan, lalu memastikan kawasan wisata kembali bersih sebelum hari berganti.

Aksi bersih-bersih itu diawali oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma yang mengajak masyarakat bergotong royong sesaat setelah pertunjukan usai. Setelah sampah terkumpul, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melanjutkan proses pengangkutan hingga larut malam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, mengatakan selama pelaksanaan Segoro Topeng Kaliwungu, petugas mengangkut sekitar 19 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,5 ton berasal dari kegiatan hari pertama, sedangkan sekitar 15,5 ton diangkut pada hari kedua saat puncak acara.

"Petugas kami tetap bekerja hingga malam hari agar sampah tidak menumpuk dan kawasan Pantai Watu Pecak segera kembali bersih. Kami juga mendapat dukungan dari relawan, panitia, komunitas, dan masyarakat yang ikut bergotong royong setelah acara selesai," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Aksi gotong royong tersebut juga selaras dengan semangat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yang mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata. Semangat itu tercermin dari kolaborasi pemerintah, petugas kebersihan, relawan, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan Pantai Watu Pecak sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Lumajang.

Menurut Hertutik, meningkatnya volume sampah tidak terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri salah satu agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Namun, kerja sama berbagai pihak membuat penanganan sampah dapat dilakukan dengan cepat sehingga aktivitas wisata di Pantai Watu Pecak dapat kembali berjalan dengan nyaman.

Bupati Indah mengapresiasi seluruh petugas kebersihan dan masyarakat yang tetap menjaga semangat gotong royong hingga seluruh kawasan pantai kembali bersih. Menurutnya, keberhasilan sebuah festival bukan hanya terlihat dari kemeriahan panggung dan banyaknya pengunjung, tetapi juga dari kepedulian bersama dalam merawat lingkungan.

Segoro Topeng Kaliwungu pun meninggalkan lebih dari sekadar pertunjukan budaya. Festival ini memperlihatkan bahwa ketika ribuan orang berkumpul menikmati sebuah perayaan, tanggung jawab menjaga kebersihan juga menjadi bagian dari budaya yang harus dirawat bersama.

Pantai Watu Pecak kembali bersih, sementara semangat gotong royong menjadi jejak yang layak dikenang setelah festival usai sekaligus mempertegas bahwa pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan pariwisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Yedece/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....