Berdiri Sejak 1923, Inilah Rumah Sakit Pribumi Pertama Nusantara

  • 25 Jun 2026 17:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Jember - Jauh sebelum Indonesia merdeka, akses layanan kesehatan modern masih sangat terbatas dan didominasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Di tengah kondisi tersebut, Muhammadiyah mengambil langkah berani dengan mendirikan layanan kesehatan untuk masyarakat pribumi yang kelak berkembang menjadi RS PKU Muhammadiyah, yang banyak disebut sebagai rumah sakit modern pertama milik pribumi di Indonesia.

Dilansir dari Muhammadiyah.or.id, sejarah rumah sakit ini berawal dari berdirinya PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) Muhammadiyah pada 15 Februari 1923 di Jagang, Notoprajan, Yogyakarta. Gagasan tersebut diprakarsai oleh Haji Sudja' dengan dukungan penuh dari KH Ahmad Dahlan. Tujuannya sederhana namun mulia: memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecil dan kaum dhuafa yang sulit mendapatkan pengobatan.

Pada awal berdirinya, PKO Muhammadiyah hanyalah sebuah balai kesehatan sederhana. Namun semangat kemanusiaan yang melandasinya membuat layanan ini terus berkembang. Tahun 1928, klinik tersebut pindah ke Jalan Ngabean Yogyakarta karena jumlah pasien yang terus bertambah. Kemudian pada tahun 1936 berpindah lagi ke Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta, lokasi yang hingga kini menjadi bagian dari sejarah besar PKU Muhammadiyah.

Seiring perkembangan zaman, PKO yang semula berarti Penolong Kesengsaraan Oemoem berubah menjadi PKU atau Pembina Kesejahteraan Umat. Pada dekade 1970-an, statusnya berkembang menjadi rumah sakit penuh dengan nama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam berbagai catatan sejarah Muhammadiyah, PKU Muhammadiyah kerap disebut sebagai rumah sakit modern pertama yang dimiliki dan dikelola oleh kalangan pribumi Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat peringatan Satu Abad PKU Muhammadiyah pada 15 Februari 2023, menyampaikan bahwa RS PKU Muhammadiyah Jogja merupakan rumah sakit pertama yang dimiliki oleh pribumi yang didirikan sejak 1923. Pernyataan tersebut mempertegas posisi PKU Muhammadiyah sebagai bagian penting dalam sejarah pelayanan kesehatan nasional.

Keberadaan PKU Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai sosial yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, khususnya pemahaman terhadap Surah Al-Ma'un yang menekankan pentingnya membantu kaum lemah dan membutuhkan.

Apa yang dirintis Haji Sudja' lebih dari satu abad lalu kini berkembang menjadi jaringan pelayanan kesehatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Rumah sakit, klinik, rumah bersalin, hingga pusat kesehatan Muhammadiyah kini melayani jutaan masyarakat setiap tahun sebagai wujud keberlanjutan semangat PKO yang lahir pada tahun 1923.


google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....