Cek Fakta Informasi Gunung Semeru

  • 22 Jun 2026 09:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang- Beredar unggahan di media sosial TikTok akun @indonewsdaily1 yang menyebutkan bahwa Gunung Semeru mengalami “letusan dahsyat” pada Jumat (19/6/2026), disertai hujan abu dan awan panas di berbagai wilayah hingga membuat ribuan warga panik menyelamatkan diri.

Berdasarkan hasil verifikasi informasi, unggahan tersebut memuat narasi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang tercatat oleh lembaga berwenang. Gunung Semeru memang mengalami aktivitas erupsi, namun klaim mengenai letusan dahsyat, awan panas yang meluas ke berbagai wilayah, serta kepanikan ribuan warga tidak didukung oleh laporan resmi kebencanaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memastikan kebenaran setiap informasi kebencanaan melalui sumber resmi.

“Informasi terkait aktivitas Gunung Semeru harus mengacu pada laporan resmi dari lembaga berwenang. Masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan,” ujar Isnugroho, Sabtu (20/6/2026).

Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Lumajang terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Semeru serta memastikan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.

Berdasarkan informasi resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, terjadi erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (20/6/2026) pukul 06.34 WIB.

Catatan tersebut sekaligus meluruskan informasi viral yang menyebut kejadian terjadi pada 19 Juni 2026. Dalam laporan resmi PVMBG, erupsi tercatat dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 9 detik.

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan untuk mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran material vulkanik.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Dalam situasi kebencanaan, kecepatan menerima informasi perlu diimbangi dengan ketelitian dalam memastikan sumbernya. Informasi yang tidak lengkap dapat menimbulkan kekhawatiran, sementara informasi yang akurat membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga keselamatan.

BPBD Lumajang mengajak masyarakat memperkuat budaya cek fakta dengan memastikan setiap informasi kebencanaan berasal dari kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tanggap bencana, saling menjaga, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dengan mengedepankan informasi yang akurat, kewaspadaan, dan kepedulian bersama, masyarakat Lumajang dapat menghadapi setiap perkembangan aktivitas Gunung Semeru secara tenang serta mendukung upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah dan seluruh unsur terkait. (MC Kab. Lumajang/An-m)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....