UMKM Jember Diminta Adaptif Hadapi Era Digital Marketing AI

  • 30 Mei 2026 17:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara pelaku usaha memasarkan produk dan menjangkau konsumen. Di tengah transformasi tersebut, pelaku usaha di Kabupaten Jember diingatkan agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing bisnis. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Ekonomi Digital Pro 1 RRI Jember bertajuk "Jangan Jadi Penonton Era Digital Marketing AI" yang menghadirkan Sekretaris Jenderal OPOP Jember, Imron Buhori, dan CEO Vonten Creator Marketing AI, Imron Pribadi pada jumat 22 mei 2026.

Imron Buhori mengatakan perkembangan AI membuka peluang yang sama bagi seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM dan unit usaha berbasis pesantren yang tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP). Menurutnya, teknologi digital mampu memperluas akses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau oleh usaha kecil dan menengah.

"Teknologi AI hari ini memberikan kesempatan yang sama bagi siapa saja. UMKM dan produk-produk pesantren harus berani mengambil peran. Kita tidak boleh hanya menjadi target pasar atau penonton pasif di tengah derasnya arus digitalisasi," ujarnya.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir pelaku usaha agar lebih terbuka terhadap inovasi. Menurut Imron, peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar pelaku usaha lokal mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat pengembangan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren.

Sementara itu, CEO Vonten Creator Marketing AI, Imron Pribadi, menjelaskan bahwa AI dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Ia menyebut berbagai platform berbasis AI saat ini mampu membantu pembuatan konten promosi, penyusunan naskah pemasaran, hingga analisis perilaku konsumen secara cepat.

"AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, tetapi menjadi asisten yang membantu mempercepat pekerjaan teknis. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, keterbatasan modal maupun sumber daya manusia dapat diminimalkan," katanya.

Menurutnya, penggunaan AI memungkinkan pelaku usaha kecil menjalankan strategi pemasaran yang lebih profesional tanpa harus memiliki tim pemasaran dalam jumlah besar.

Selain membantu produksi konten secara instan, teknologi AI juga dinilai mampu membaca tren pasar sehingga pelaku usaha dapat menentukan strategi yang lebih tepat sasaran.

Dalam diskusi tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi digital di daerah.

Sinergi antara komunitas ekonomi, lembaga pendidikan, pengembang teknologi, dan pelaku usaha diharapkan dapat melahirkan berbagai program pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan digital masyarakat. Imron Buhori berharap ekosistem pesantren dan UMKM di Jember dapat memanfaatkan momentum perkembangan AI untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.

Sementara Imron Pribadi menegaskan bahwa pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat.

Melalui pemanfaatan AI yang tepat, pelaku usaha diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....