Semeru Erupsi, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

  • 26 Mei 2026 18:17 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 26 Mei 2026 pukul 15.21 WIB. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi erupsi selama 2 menit 17 detik.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur, Lumajang, kolom abu erupsi tidak teramati. Namun hingga laporan diterbitkan, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Warga dilarang melakukan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar,” ujar Isnugroho, Selasa, 26 Mei 2026.

Selain itu, warga dan pendaki diminta tidak memasuki radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan lontaran batu pijar. Potensi bahaya lain berupa guguran lava dan lahar juga perlu diwaspadai, terutama saat hujan turun di kawasan hulu.

Sejumlah aliran sungai yang dinilai rawan terdampak material vulkanik di antaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai lain yang berhulu di Gunung Semeru.

PVMBG memastikan pemantauan aktivitas vulkanik terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta mengikuti informasi resmi dari BPBD, PVMBG, dan aparat setempat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....