Alat Berat Tak Bisa Masuk, Warga Lumajang Andalkan Gotong Royong
- 16 Mei 2026 21:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang – Penanganan pascabanjir di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, terkendala akses sempit yang membuat alat berat tidak dapat menjangkau lokasi terdampak. Akibatnya, proses pembersihan material banjir di sejumlah permukiman warga terpaksa mengandalkan gotong royong masyarakat dan petugas gabungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan kawasan paling parah terdampak berada di wilayah Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.
“Pasca banjir, kawasan tersebut memerlukan pembersihan secara gotong royong karena alat berat loader tidak bisa masuk ke lokasi sehingga menyulitkan petugas,” ujar Isnugroho, Sabtu, 16 Mei 2026.
Banjir sebelumnya terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Senduro, Gucialit, dan Pasrujambe sejak Kamis malam, 14 Mei 2026. Debit air meningkat tajam hingga menyebabkan tanggul Sungai Menjangan di Desa Kutorenon jebol dan air meluap ke permukiman warga.
Genangan mulai masuk ke rumah warga pada Jumat dini hari, 15 Mei 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. Di Dusun Biting I Gang Kemiri, tinggi air dilaporkan mencapai 120 sentimeter.
BPBD mencatat sedikitnya 300 kepala keluarga di RW 08, 09, dan 10 Dusun Biting terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan lumpur dan material sisa luapan sungai menumpuk di jalan lingkungan dan halaman rumah.
Kondisi akses jalan yang sempit membuat alat berat jenis loader tidak dapat masuk ke area terdampak. Petugas bersama warga akhirnya melakukan pembersihan manual menggunakan peralatan sederhana.
Menurut Isnugroho, keterlibatan masyarakat sangat membantu mempercepat penanganan di lapangan, terutama untuk membersihkan lumpur dan material banjir yang menghambat aktivitas warga.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada lahan pertanian dan peternakan warga. Hingga kini, proses pendataan kerusakan masih dilakukan bersama instansi terkait.
BPBD bersama pemerintah desa, Forkopimca Sukodono, Dinas Sosial, PSC 119 Dinkes P2KB, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang terus melakukan penanganan dan asesmen di lokasi terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....