Bank Jatim Raih Laba Tertinggi 2025 di Antara BPD

  • 07 Mei 2026 11:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang- Indah Amperawati (Bunda Indah) Bupati Lumajang Menghadiri acara Rapat umum pemegang saham tahunan tahun Buku 2025 yang bertempat di Ruang Bromo Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya pada hari Rabu (06/05/2026).

Dalam rapat tersebut perseroan membukukan pertumbuhan signifikan baik dari sisi aset kredit maupun laba bersih. Secara konsolidasi, aset Bank Jatim mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93% secara tahunan (YoY), sementara laba bersih meningkat 24,80% menjadi Rp1,61 triliun. Pada level bank only, laba bersih tercatat Rp1,546 triliun, tertinggi di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Gubernur Khofifah mengapresiasi capaian tersebut sebagai indikator kuatnya fungsi intermediasi yang dijalankan Bank Jatim.

“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan kredit, serta penguatan dana pihak ketiga yang konsisten,” ujar Khofifah kepada awak media.

Ia menegaskan, peran Bank Jatim tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Bank Jatim harus terus memperkuat posisinya sebagai regional champion dan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tuturnya.

Sementara, Direktur Utama Winardi Legowo mengungkapkan, strategi manajemen difokuskan pada keseimbangan likuiditas, penyaluran kredit yang selektif, serta akselerasi digitalisasi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

“Kami menjaga performa bisnis melalui penguatan dana murah, efisiensi operasional, serta peningkatan transaksi digital untuk mendorong pendapatan non-bunga,” jelasnya.

Kinerja positif juga berlanjut pada kuartal I 2026. Bank Jatim mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp661 miliar atau tumbuh 90,41% YoY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 39,61% menjadi Rp2,35 triliun.

“Capaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis, termasuk sinergi dengan UMKM dan transformasi digital yang memperluas akses layanan,” tambah Winardi.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi hingga Maret 2026 mencapai Rp109,22 triliun atau tumbuh 40,85% YoY. Sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 37,59% menjadi Rp122,80 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat.

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham, meningkat dari tahun sebelumnya. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau setara 55% dari laba bersih 2025, dengan indikasi dividend yield sekitar 9,60%.

Selain itu, perseroan melakukan penyesuaian struktur organisasi serta perubahan susunan pengurus sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan strategi transformasi.

Ke depan, manajemen menegaskan komitmennya untuk memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan pembiayaan produktif, khususnya bagi sektor UMKM.

“Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga, seiring penguatan manajemen risiko dan pengembangan bisnis yang selektif dan berkelanjutan,” tutup Winardi.

Di dalam RUPST tersebut juga diputuskan untuk penetapan susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2025(Kominfo-Lmj/Tom).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....