Bulog Bondowoso Serap 97 Persen Target Beras, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
- 29 Apr 2026 21:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani mencapai 97 persen dari target tahunan hingga akhir April 2026. Dari target 38.000 ton, hampir 37.000 ton beras telah berhasil diserap.
Capaian tersebut mengemuka dalam dialog Jember Menyapa RRI Jember, Selasa 28 April 2026 bersama Pimpinan Cabang Bulog Bondowoso Eko Yudi Miranto dan Kepala Bidang Ketersediaan serta Diversifikasi Pangan Dinas Pertanian Bondowoso, Inike Kusumawati.
Eko menyebut keberhasilan itu ditopang strategi “jemput pangan” dengan tim yang turun langsung ke lokasi panen berdasarkan data luas tanam dan panen petani.
“Kami mendatangi petani langsung, timbang di lokasi, siapkan angkutan, dan pembayaran dilakukan tunai. Ini bagian dari upaya menjaga harga petani tetap stabil,” ujarnya.
Menurutnya, skema itu juga menjadi langkah perlindungan terhadap petani agar tidak menjual gabah di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yang saat ini berada di angka Rp6.500 per kilogram.
Dari sisi produksi, Ineke memastikan kondisi ketersediaan pangan di Bondowoso masih aman. Namun, ia mengakui tantangan muncul saat sebagian petani beralih menanam tembakau pada musim kemarau karena dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.
Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan, pemerintah daerah menyiagakan 101 unit pompa air bantuan yang dapat mendukung pengairan lahan pertanian. Selain itu, inovasi Klinik Pertanian di tingkat desa juga terus diperkuat sebagai pusat konsultasi petani terkait bibit dan pengendalian hama.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi beras, tetapi juga bagaimana petani mendapat pendampingan dan solusi di lapangan,” kata Inike.
Selain menjaga produksi, pemerintah daerah juga terus mendorong diversifikasi pangan melalui edukasi konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), termasuk pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Di sisi hilir, Bulog melakukan berbagai langkah mitigasi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, mulai dari kerja sama fasilitas pengering gabah, operasi pasar melalui Gerakan Pangan Murah, penyaluran beras SPHP, hingga pengawasan stok bersama Satgas Pangan.
Eko mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi tantangan musim dan dinamika harga komoditas.
“Ketahanan pangan tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, petani, hingga seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Melalui capaian serapan yang hampir memenuhi target, Bondowoso dinilai menunjukkan optimisme menuju penguatan swasembada pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di tingkat daerah maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....