BPBD Jatim Gelar Simulasi Tsunami di Lumajang
- 28 Apr 2026 20:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar simulasi evakuasi mandiri tsunami di Pantai Bulu, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Lumajang, Jumat–Sabtu, 25–26 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh tiap 26 April.
Desa Tegalrejo dipilih karena berhadapan langsung dengan zona megathrust di selatan Jawa.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa pemodelan menunjukkan potensi gempa hingga 6 MMI yang dapat merusak bangunan, disusul tsunami setinggi 15 meter dengan jangkauan 3 km dari garis pantai.
“Waktu kritis atau golden time untuk evakuasi hanya sekitar 20 menit. Warga harus bisa menyelamatkan diri secara mandiri,” kata Ricko Selasa (28/04/2026)
Simulasi dimulai pukul 09.00 WIB dengan skenario gempa berkekuatan 9,1 M di kedalaman 10 km pada titik 10.13 LS 112.96 BT. Guncangan terasa hingga Desa Tegalrejo. 26 menit kemudian, BMKG mengeluarkan peringatan potensi tsunami.
Perangkat desa langsung membunyikan sirene dan pengeras suara musala. Sekitar 300 warga dari berbagai kelompok usia termasuk lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas bergerak menuju zona aman di kaki Gunung Kursi, yang ditetapkan sebagai blue zone.
“Simulasi ini bermanfaat besar. Warga jadi tahu harus lari ke mana dan apa yang dilakukan saat darurat,” ujar Kepala Desa Tegalrejo, Nyono.
Sebelum simulasi, warga mendapat sosialisasi dan edukasi kebencanaan. Sekretaris BPBD Jatim, Andhika Nurrahmad Sudigda, menegaskan bahwa budaya sadar bencana harus menjadi gaya hidup.
“Ilmu evakuasi mandiri ini harus ditularkan ke keluarga dan tetangga. Bencana adalah urusan bersama. Tidak ada yang bisa berdiri sendiri,” tegas Andhika.
Desa Tegalrejo berpenduduk 3.690 jiwa dan terletak di pesisir selatan yang dikelilingi pegunungan, menjadikannya salah satu kawasan paling terpencil di Lumajang. Kondisi geografis itu menuntut respons cepat dan sistem evakuasi yang jelas di tingkat dusun.
Simulasi didukung Program SIAP SIAGA Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana. Perwakilan Konsulat-Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, mengapresiasi inisiatif _buddy system_, yakni penunjukan penanggung jawab di tiap lingkungan untuk memimpin evakuasi.
“Koordinasi multipihak seperti ini menguatkan pemahaman masyarakat saat gawat darurat,” kata Christine.
Mambaus Suud, Program Partnership Implementation Manager SIAP SIAGA Jatim, menambahkan bahwa tiap dusun perlu mengidentifikasi sumber daya lokal yang bisa dioptimalkan saat evakuasi.
“Fungsi peringatan dini dan jalur evakuasi harus jelas. Perlu ada area evakuasi alternatif agar tidak terjadi kekacauan,” jelasnya.
BPBD Jatim mencatat ada 60 titik berisiko tsunami di sepanjang pesisir selatan provinsi. Sebelum Tegalrejo, simulasi serupa sudah digelar di Pantai Balekambang Malang, Demak Tulungagung, Watu Karung Pacitan, dan Ngadipuro Trenggalek.
Kegiatan di Lumajang turut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Tim Reaksi Cepat BPBD, petugas kesehatan, dan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Kabupaten Lumajang.
Melalui latihan rutin, Pemprov Jatim berharap masyarakat pesisir makin tangguh dan sigap. Tujuannya satu: meminimalisir korban jiwa ketika bencana benar-benar terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....