Buku Fisik Dinilai Tetap Relevan ditengah Era Digital
- 26 Apr 2026 12:13 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Keberadaan buku fisik dinilai tetap memiliki peran penting sebagai sumber ilmu pengetahuan di tengah derasnya arus digitalisasi. Hal itu mengemuka dalam dialog interaktif “Jember Menyapa” RRI Jember bersama Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Hermanto, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan pada Jumat 24 April 2026.
Tunggul Hermanto mengatakan tantangan literasi saat ini tidak hanya terletak pada minat baca, tetapi juga pada daya baca, yakni kemampuan memahami dan mengolah informasi secara kritis.
“Anak muda hari ini banyak mengakses informasi, tetapi daya baca mendalam dan nalar kritis masih perlu diperkuat,” ujarnya.
Menurutnya, buku fisik tetap memiliki keunggulan karena isi yang telah melalui proses verifikasi dan standar akademik, berbeda dengan banyak informasi di media sosial yang belum tentu valid.
“Buku melatih kita membaca secara bermakna, bukan sekadar menerima informasi cepat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi ekosistem literasi. Kebiasaan membaca, menurutnya, perlu dibangun sejak dini melalui keteladanan orang tua di rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi, Yusdi Irawan, mengatakan pihaknya terus berinovasi untuk menyesuaikan layanan perpustakaan dengan perkembangan zaman.
Salah satunya melalui aplikasi buku digital yang dapat diakses masyarakat secara gratis untuk memperluas akses bacaan.
Selain layanan digital, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan gedung perpustakaan baru berkonsep modern yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang diskusi, amfiteater, dan area publik yang ramah generasi muda.
“Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang nyaman dan menarik, bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh ide dan kreativitas,” ujarnya.
Yusdi menambahkan, berbagai program literasi seperti lomba mendongeng, pidato, dan kegiatan kreatif lainnya juga terus dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Dalam dialog tersebut, kedua narasumber sepakat penguatan literasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga.
Tunggul juga mendorong adanya peta jalan pengembangan literasi di tingkat daerah agar program yang dijalankan lebih terarah dan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Meski teknologi seperti kecerdasan buatan dan e-book semakin berkembang, keduanya menilai buku fisik tetap memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman dan daya ingat jangka panjang.
“Digitalisasi membantu akses informasi, tetapi buku tetap menjadi jendela dunia yang tidak tergantikan,” kata Tunggul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....