Ikan Sapu-Sapu Dianggap Hama, Ini Alasannya
- 20 Apr 2026 10:24 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Ikan sapu-sapu yang kerap dikenal sebagai pembersih akuarium ternyata memiliki dampak berbeda ketika berada di alam liar. Dalam banyak kasus, ikan ini justru dianggap merugikan dan dikategorikan sebagai hama karena kemampuannya mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Secara ilmiah, ikan sapu-sapu dikenal sebagai Plecostomus, yaitu ikan air tawar asal Amerika Selatan yang kini banyak ditemukan di berbagai perairan di Indonesia. Keberadaannya di luar habitat asli membuat ikan ini termasuk dalam kategori spesies invasif.
Berikut beberapa fakta, mengapa ikan Sapu-Sapu dianggap merugikan seperti dilansir dari laman kkp.go.id:
1. Populasi Cepat Berkembang
Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Hal ini membuat populasinya cepat meningkat dan sulit dikendalikan.
2. Mengganggu Ekosistem Lokal
Sebagai spesies invasif, ikan ini bersaing dengan ikan lokal dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup.
Akibatnya, populasi ikan asli dapat menurun bahkan terancam punah di beberapa wilayah.
3. Merusak Habitat Perairan
Kebiasaan ikan sapu-sapu menggali dasar sungai atau danau untuk berkembang biak dapat merusak struktur tanah dan habitat organisme lain.
4. Minim Predator Alami
Di luar habitat aslinya, ikan ini hampir tidak memiliki predator alami. Hal ini menyebabkan populasinya terus meningkat tanpa kontrol alami.
5. Nilai Ekonomis Rendah
Ikan sapu-sapu jarang dikonsumsi atau dimanfaatkan, sehingga tidak banyak ditangkap oleh masyarakat. Akibatnya, jumlahnya terus bertambah di perairan.
Meskipun memiliki manfaat sebagai pembersih di akuarium, ikan sapu-sapu dapat menjadi ancaman serius bagi ekosistem jika dilepas ke alam liar. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan melepas ikan peliharaan ke sungai atau danau, guna menjaga keseimbangan lingkungan perairan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....