Tingginya Toleransi Beragama di Lumajang
- 19 Mar 2026 13:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Personel Polres Lumajang Jawa Timur bersama pecalang dan Takmir Masjid bersinergi melaksanakan pengamanan ibadah salat tarawih di Masjid Baitussalam, Jalan Serma Dohor, Desa Senduro Kabupaten Lumajan, Rabu (18/3).
Menurut Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Sihumas Ipda Suprapto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan contoh nyata kerukunan dan toleransi yang terjalin baik di tengah masyarakat.
Sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama terlihat harmonis di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian bersama pecalang tampak sigap mengatur arus lalu lintas serta penataan parkir kendaraan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah yang menjalankan ibadah.
| Baca juga: Bupati Lumajang Buka Kejurda Selam Jatim |
Tidak hanya itu, Polisi dan pacalang juga membantu menyeberangkan jemaah, baik saat hendak menuju masjid maupun setelah selesai salat tarawih.
Usai pengamanan salat tarawih, sinergitas lintas agama kembali ditunjukkan. Secara bergantian, takmir Masjid Baitussalam turut serta membantu pengamanan kegiatan umat Hindu di depan Pura Mandara Giri Semeru bersama pecalang dan personel Polres Lumajang.
Pengamanan tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan pawai ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948.
Diketahui, lokasi Masjid Baitussalam dan Pura Mandara Giri Semeru hanya berjarak sekitar 200 meter, sehingga koordinasi pengamanan dilakukan secara terpadu.
Pawai ogoh-ogoh berlangsung meriah dengan iring-iringan patung ogoh-ogoh yang diarak keliling dari depan pura, diiringi tarian serta musik tradisional khas Bali.
Tradisi ini merupakan bagian dari malam pengerupukan yang memiliki makna pembersihan diri dan lingkungan dari hal-hal negatif sebelum Hari Raya Nyepi.
“Kami dari Polres Lumajang berkomitmen untuk memberikan pengamanan maksimal pada setiap kegiatan masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama. Sinergi antara kepolisian, pecalang, dan masyarakat ini menjadi bukti kuat bahwa toleransi di Lumajang berjalan dengan sangat baik,” ujarnya Kamis (19/3/2026).
Ia juga menambahkan, keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat yang saling menghormati dan menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan keagamaan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak, baik pengurus masjid, pecalang, maupun masyarakat yang telah bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Harapannya, semangat toleransi seperti ini terus terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi yang solid antara aparat keamanan dan masyarakat lintas agama, suasana aman, damai, dan penuh kebersamaan di Senduro menjadi gambaran nyata indahnya keberagaman di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....