Demokrasi Bukan Cuma Urusan Pemilu, Anak Muda Bisa Ikut Andil
- 14 Sep 2026 14:46 WIB
- Jember
RRICOID, Jember - Demokrasi sering kali dipahami sebatas pemungutan suara setiap lima tahun sekali. Padahal, keterlibatan warga dibutuhkan dalam berbagai persoalan kehidupan sehari-hari, termasuk mengawasi kebijakan dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Hal tersebut dibahas dalam Dialog Jember Menyapa di Pro 1 RRI Jember bertema “Merawat Demokrasi, Menguatkan Partisipasi Warga” pada Senin, 14 September 2026. Dialog ini menghadirkan Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu, Wiwin Riza K, S.ST., M.M., C.Med., serta Akademisi Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr. Aries Harianto, S.H., M.H., C.Med.
Wiwin menjelaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi karena jumlah pengawas pemilu di lapangan tidak sebanding dengan luasnya persoalan yang harus diperhatikan. Tantangan seperti politik uang, netralitas aparatur, serta berbagai persoalan dalam pelaksanaan pemilu membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari pengawasan partisipatif.
Keterlibatan tersebut juga tidak harus menunggu masa pemilu tiba. “Bukan hanya lima tahun sekali, tapi sebanyak lini dalam kehidupan yang ternyata memang butuh demokrasi,” ujar Wiwin dalam dialog tersebut.
Menurut Wiwin, pendidikan politik dan kesadaran masyarakat perlu dibangun sejak jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung. Bawaslu juga mendorong berbagai bentuk pengawasan partisipatif melalui forum warga, pendidikan pengawas partisipatif, keterlibatan organisasi masyarakat dan kelompok rentan, hingga program magang.
Dari perspektif akademisi, Aries melihat demokrasi lebih luas daripada sekadar mekanisme pemilihan pemimpin. Ia memandang demokrasi sebagai nilai yang membangun kesadaran masyarakat mengenai hak untuk menentukan arah perubahan sekaligus mengingatkan pemerintah untuk mengakomodasi aspirasi warga.
Dalam praktiknya, partisipasi warga dapat dilakukan melalui kebiasaan berdialog, bermusyawarah, menyampaikan kritik terhadap kebijakan, serta ikut mengawasi proses pemerintahan. Keterlibatan tersebut juga dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, seperti pemilihan ketua RT dan RW, sehingga demokrasi tidak hanya berlangsung di ruang politik formal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....