Kemandirian Ekonomi Perempuan Dinilai Jadi Sumber Kekuatan dan Keberanian
- 29 Agt 2026 21:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga, terutama ketika kondisi keuangan rumah tangga tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan. Kemandirian ekonomi juga dapat menjadi sumber kekuatan bagi perempuan untuk mengambil keputusan dan menentukan arah kehidupan yang lebih baik.
Ketua Yayasan Perempuan Jember Untuk Bangsa (PJUB), Dahlia M.Sos.I., CPLA., mengatakan setidaknya terdapat kondisi yang dapat mendorong perempuan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian keluarga. Pertama ketika suami tidak memiliki pekerjaan, dan kedua ketika pendapatan suami tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarga.
“Ketika suami jobless, suami tidak punya pekerjaan, maka di sinilah perempuan bisa mengambil peran. Yang kedua, ketika hasil dari nafkah suami, pendapatan suami tak lagi bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Dahlia dalam program UMKM Bicara Pro 1 Jember, Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, kemampuan perempuan untuk menjadi penopang ekonomi keluarga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, perempuan perlu mendapatkan bekal berupa pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan intelektual agar memiliki kesiapan ketika harus mengambil peran ekonomi.
Dahlia menilai kemandirian ekonomi juga berkaitan dengan kemampuan perempuan menghadapi persoalan dalam rumah tangga. Ia menyinggung persoalan kekerasan dalam rumah tangga yang salah satu faktornya berkaitan dengan kondisi ekonomi.
Menurutnya, sebagian perempuan yang mengalami kekerasan masih merasa kesulitan mengambil keputusan karena bergantung secara ekonomi kepada pasangan. Kondisi tersebut dapat membuat perempuan bertahan dalam situasi yang tidak sehat karena merasa tidak memiliki pilihan untuk hidup secara mandiri.
“Kemandirian ekonomi pada perempuan, itu bisa menjadi sumber kekuatan, sumber keberanian perempuan untuk bisa mengambil sikap atas hidupnya,” katanya.
Dahlia menambahkan, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya diarahkan kepada perempuan. Pendidikan mengenai kesetaraan dan relasi gender juga perlu melibatkan laki-laki agar hubungan dalam keluarga dapat dibangun secara lebih seimbang.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara suami dan istri ketika perempuan mulai mengambil peran dalam menopang ekonomi keluarga. Pembagian peran dalam rumah tangga, menurutnya, perlu dibicarakan bersama agar tanggung jawab domestik maupun ekonomi tidak hanya dibebankan kepada salah satu pihak.
“Pembagian peran terutama, pembagian peran itu harus dikomunikasikan betul,” ujarnya.
Selain keluarga, lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam membangun keberanian perempuan. Menurut Dahlia, dukungan pasangan dapat menjadi kekuatan ketika perempuan ingin mengembangkan kemampuan atau memulai usaha.
Ia menilai perempuan yang memiliki kemampuan, motivasi, dan dukungan akan lebih mudah mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sebaliknya, sikap yang terus-menerus meragukan atau mematahkan keinginan perempuan dapat membuat mereka kehilangan keberanian untuk menyampaikan cita-cita dan mengembangkan diri.
Karena itu, Dahlia mendorong perempuan untuk mengenali kemampuan masing-masing sebelum menentukan bentuk pekerjaan atau usaha yang ingin dijalankan. Menurutnya, perempuan tidak perlu menunggu kondisi menjadi semakin sulit untuk mulai mempersiapkan kemandirian.
“Kalau memang ada faktor yang mengharuskan dia untuk mengambil sikap, saya kira keberanian itu sudah menjadi hal yang seharusnya. Ngapain takut, lakukan saja apa yang memang dirasa mampu untuk dilakukan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....