Kopassus Dukung Pengembangan Jagung Banyuwangi

  • 12 Jun 2026 13:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi- Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mendukung pengembangan budidaya jagung di Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan nasional. Dukungan tersebut mencakup pendampingan budidaya hingga jaminan pemasaran hasil panen petani.

Hal itu disampaikan Inspektur Komando Pasukan Khusus (Irkopassus) Mayjen TNI Putra Widiastawa saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat 12 Juni 2026.

"Saya diutus Panglima Kopassus untuk penguatan program ketahanan pangan, khususnya jagung di berbagai daerah. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang kami dukung melalui kolaborasi berbagai pihak," ujar Putra.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyediaan benih dan sarana produksi pertanian, tetapi juga pendampingan budidaya secara menyeluruh mulai masa tanam hingga pascapanen.

Bahkan, Kopassus telah menggandeng sejumlah offtaker untuk menyerap hasil panen petani sehingga pemasaran jagung dapat lebih terjamin.

"Petani akan kami dampingi dari awal sampai panen. Bahkan untuk hilirnya, kami sudah menggandeng sejumlah offtaker sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panennya," kata Putra.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, program penguatan jagung sejalan dengan upaya daerah menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Banyuwangi selama ini menjadi salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur. Sepanjang 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596 ton atau meningkat sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 209.078 ton.

Dengan kebutuhan jagung daerah sekitar 69.842 ton per tahun, Banyuwangi masih mencatat surplus produksi yang cukup besar dan menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan maupun industri.

"Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan Banyuwangi dan produksinya terus surplus setiap tahun. Kami menyambut baik dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian di Banyuwangi," ujar Ipuk.

Hingga pertengahan 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 72.596 ton dan diperkirakan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....