Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen

  • 08 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi- Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mencapai sekitar 75 persen. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah tersebut selesai pada Juni 2026 agar segera dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan dirinya telah meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan seluas 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi.

“Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak,” ujar Ipuk, Senin, 8 Juni 2026.

Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional. Kawasan pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.

Sementara menunggu pembangunan rampung, operasional Sekolah Rakyat Banyuwangi akan memanfaatkan dua lokasi sementara, yakni Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri di setiap jenjang, serta rumah susun guru.

Selain itu, tersedia gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, kantin untuk tiap jenjang pendidikan, hingga guest house. Kawasan sekolah juga dilengkapi lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, dan area parkir.

“Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak,” kata Ipuk.

Manajemen konstruksi proyek, Johansyah, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai target pada 20 Juni 2026. Menurutnya, total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar, terdiri atas 18 rombel SD, 9 rombel SMP, dan 9 rombel SMA.

“Sampai hari ini progresnya sudah 77 persen. Bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang sekarang progresnya sekitar 75 sampai 80 persen. Target kami bulan ini selesai,” ujar Johansyah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....