SDN Selolembu Sulap Limbah MBG Jadi Bibit Pohon dan Pupuk Organik

  • 06 Jun 2026 14:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Guru dan murid SD Negeri Selolembu, Kecamatan Curahdami, Bondowoso, memanfaatkan limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bibit pohon serta pupuk organik cair (POC). Program yang telah berjalan sejak Januari 2026 tersebut menjadi bagian dari edukasi lingkungan sekaligus upaya mengurangi volume sampah di sekolah.

Kepala SDN Selolembu, Catur Mega Sofianto, mengatakan kegiatan pembibitan dan pengolahan limbah organik MBG sudah dilakukan secara rutin oleh warga sekolah. Dari sekitar 70 bibit yang ditanam, sebanyak 15 bibit kelengkeng dan melon berhasil tumbuh.

"Saat ini kita hanya bisa membibit buah kelengkeng dan melon," ungkapnya.

Bibit yang berhasil tumbuh sebagian ditanam di lingkungan sekolah dan sebagian lainnya dibagikan secara gratis kepada sekolah-sekolah terdekat. Selain itu, sekolah juga memproduksi pupuk organik cair dan pupuk kompos dari limbah organik MBG untuk dimanfaatkan maupun dibagikan kepada masyarakat.

Menurut Catur, kegiatan tersebut melibatkan siswa kelas III hingga kelas VI. Para siswa mengumpulkan biji kelengkeng dari buah yang disajikan dalam menu MBG yang disuplai oleh SPPG Poncogati.

"Kami menyiapkan media tanam dan memasukkannya ke gelas plastik bekas," terangnya.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga bagian dari gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sekolah berupaya mengubah limbah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

Kegiatan pembibitan juga diintegrasikan dengan proses belajar mengajar di kelas. Materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dikaitkan dengan pertumbuhan tanaman dan ekosistem, sedangkan Matematika digunakan untuk mengukur tinggi tanaman yang dibudidayakan siswa.

"Bahasa Indonesia kita kaitkan dengan pelajaran menulis laporan hasil pengamatan. Di Pendidikan Pancasila kita kaitkan dengan gotong royong dan kepedulian lingkungan," terangnya.

Catur berharap limbah dari program MBG tidak berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Menurutnya, setiap biji yang berhasil ditanam dan tumbuh menjadi pohon merupakan investasi bagi lingkungan dan ketahanan pangan di masa depan.

"Sekaligus ini masa depan generasi yang lebih sadar akan keberlanjutan," ujarnya.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Ervandi, warga Kelurahan Badean, yang tertarik menggunakan pupuk kompos hasil produksi sekolah. Pupuk kompos tersebut dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu per plastik kemasan.

"Saya dapatnya gratis kemarin, cuma tanya-tanya harganya Rp10 ribu. Mungkin akan langganan," jelasnya.

Ervandi mengaku kagum dengan kepedulian lingkungan yang ditanamkan kepada para siswa di SDN Selolembu. Menurutnya, para siswa tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkannya melalui kegiatan nyata.

"Saya pertama tidak menyangka, karena kan ini SDN di pinggiran. Tapi pas ke sana, ya guru dan muridnya aktif dalam kegiatan lingkungan. Ini perlu didukung," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (4/6/2026), SDN Selolembu juga menggelar kegiatan penanaman dan pembagian bibit pohon, buah, serta sayuran kepada sejumlah sekolah dan instansi di wilayah Curahdami dalam rangka perayaan kelulusan siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026.

Kegiatan bertajuk Selolembu Eco Paradise tersebut merupakan implementasi program Indonesia Asri sekaligus keberlanjutan Program Sekolah Tangguh Bencana (SEGANA) yang telah dijalankan sekolah. Dengan berbagai inovasi tersebut, SDN Selolembu berupaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....