RKF Jember Ajak Sineas Lokal Terus Berkarya
- 31 Mar 2026 10:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember- Momentum Hari Film Nasional 2026 dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh M. Fathur Rozi, Ketua Umum Rumah Kreatif Film (RKF) Jember. Ia menegaskan bahwa peringatan ini menjadi pengingat penting bahwa setiap daerah memiliki potensi cerita yang layak diangkat ke layar lebar maupun platform digital.
Dalam pernyataannya kepada RRI, Fathur Rozi menyampaikan bahwa film bukan hanya medium hiburan, melainkan sarana untuk memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tapi pengingat bahwa setiap sudut daerah punya cerita yang layak untuk diceritakan. Di Rumah Kreatif Film Jember, kita percaya bahwa lensa kamera adalah jendela untuk memperkenalkan jati diri kita ke mata dunia,” ujarnya, 30 Maret 2026.
Ia juga mengajak seluruh sineas, khususnya di Jember, untuk terus bergerak dan memperkuat kolaborasi lintas komunitas. Menurutnya, perkembangan industri film tidak bisa dicapai secara individual, melainkan melalui sinergi ide, kreativitas, dan semangat bersama.
“Mari terus bergerak, berkolaborasi, dan menembus batas imajinasi. Karena film bukan hanya soal gambar yang bergerak, tapi tentang rasa yang sampai ke hati,” ucapnya.
Namun demikian, Fathur Rozi tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sineas lokal saat ini. Salah satu persoalan utama adalah ketimpangan antara tuntutan kualitas dan keterbatasan anggaran produksi.

Tim Rumah Kreatif Film (RKF) Jember saat produksi film desa (Foto:RRI_Et)
“Standar kualitas versus anggaran menjadi tantangan terbesar. Kami sering terjepit di antara idealisme seni dan realitas kantong. Selain itu ekspektasi penonton kini semakin tinggi, seiring derasnya arus konten global di berbagai platform streaming." ujar Fathur Rozi.
Kondisi tersebut memaksa sineas lokal untuk bekerja ekstra keras dalam menghadirkan kualitas teknis, seperti CGI, desain produksi, hingga tata audio, meski dengan sumber daya terbatas. “Mengejar kualitas teknis dengan anggaran terbatas menuntut kreativitas yang luar biasa tinggi, kompromi yang menyakitkan. Terus berkarya, sineas Jember! Hidup perfilman Indonesia! ”
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, ia tetap optimistis bahwa sineas daerah memiliki kekuatan pada cerita yang autentik dan kedekatan emosional dengan penonton. Peringatan Hari Film Nasional tahun ini pun menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi para pelaku industri kreatif di daerah untuk terus melangkah, menjaga idealisme, dan menghadirkan karya-karya yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....