Banyuwangi Jadi Penopang Swasembada Pangan

  • 07 Jan 2026 20:28 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu penopang, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sepanjang 2025, daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional ini mencatat surplus produksi beras dan jagung.

Keberhasilan swasembada pangan nasional tersebut diumumkan Presiden Prabowo saat Panen Raya di Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti secara virtual oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Kabupaten Banyuwangi yang menggelar panen raya di kawasan Usaha Jasa Pelayanan Alsintan (UPJA) Sri Rejeki, Desa/Kecamatan Cluring, Rabu (7/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas pertanian di Indonesia yang dinilai berhasil bekerja secara solid sehingga target swasembada pangan dapat dicapai lebih cepat dari rencana.

“Saya memberi target empat tahun untuk swasembada pangan. Namun dalam satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain,” ujar Prabowo, dalam pidatonya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan capaian tersebut turut ditopang oleh meningkatnya produktivitas pertanian di Banyuwangi selama 2025. Ia menjelaskan, produksi beras Banyuwangi pada 2025 mencapai 546.923,81 ton atau meningkat 38.103,81 ton dibandingkan tahun 2024.

“Alhamdulillah, program swasembada pangan Presiden berdampak langsung pada sektor pertanian di Banyuwangi. Sepanjang 2025, produksi beras dan jagung kami mengalami surplus,” kata Ipuk.

Selain beras, produksi jagung Banyuwangi juga mengalami kenaikan signifikan. Sepanjang 2025, produksi jagung meningkat 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Ipuk, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI-Polri serta seluruh mitra pertanian. Panen raya secara virtual di Banyuwangi dihadiri Wakil Bupati Mujiono, para petani, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....