Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Perkuat Ketahanan Pangan
- 11 Des 2025 20:18 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi mengembangkan peternakan ayam petelur untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan desa. Peternakan yang dikelola Pemerintah Desa bersama Tim Penggerak (TP) PKK tersebut memproduksi 18–20 kilogram telur per hari dan sebagian hasilnya rutin dibagikan kepada warga kurang mampu.
Pemerintah desa juga melibatkan warga dalam proses pengelolaan peternakan. Produksi telur digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat dengan harga terjangkau.
“Kami sangat apresiasi peternakan ayam petelur yang dikelola Pemdes Pakel bareng PKK. Ini bisa meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan desa,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (11/12/2025).
Saat kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) pada 8 Desember 2025, Ipuk sempat meninjau langsung pengelolaan peternakan tersebut. Ia mengatakan peternakan ayam menjadi sumber penghasilan bagi desa dan warga yang ikut mengelola, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar.
Dari sisi ketahanan pangan, keberadaan peternakan mampu memenuhi kebutuhan telur yang menjadi sumber protein warga desa. Telur yang dihasilkan segar setiap hari sehingga kualitasnya lebih terjaga.
“Pengembangan peternakan ayam petelur juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong desa memperkuat produksi pangan lokal. Semoga semakin banyak desa mengembangkan inisiatif serupa sehingga kemandirian pangan dapat terus meningkat,” tutur Ipuk.
Kepala Desa Pakel Mulyadi menjelaskan, pengelolaan peternakan melibatkan warga setempat. Saat ini terdapat 430 ayam petelur yang mampu menghasilkan 18–20 kilogram telur per hari atau sekitar 500 kilogram per bulan.
Hasil produksi telur dijual dengan harga Rp25.000–Rp26.000 per kilogram. Keuntungan penjualan masuk ke kas desa untuk mendukung pelayanan dan pembangunan.
“Kami jual di wilayah sini. Bahkan setiap dua pekan sekali, produksi telur kami bagikan gratis ke warga kurang mampu maupun yang stunting,” ungkap Mulyadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....