Warga Binaan Produksi Toge, Jadi Bahan Baku SPPG
- 20 Nov 2025 19:30 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Sebanyak 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas II B Bondowoso diajari budidaya kecambah atau toge. Mereka diajari oleh Owner Sayur Mulya Market, Hary Prestiawan cara budidaya kecambah dengan menggunakan kacang hijau.
Menurut Mamatrono, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Kasi Binadik Giatja, kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa pelatihan yang diberikan pada WBP. Tujuannya agar mereka memiliki keterampilan. Sehingga nantinya setelah keluar dari Lapas dan kembali ke masyarakat bisa bebas memilih mana yang bisa dijadikan sebagai aktivitas kerja.
"Jadi WBP ini harus dimaksimalkan keterampilannya," jelasnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menerangkan pasca ini pihaknya akan mencoba untuk melakukan budidaya kecambah di Lapas. Karena untuk budidaya kecambah tak memerlukan lahan yang luas. Kemudian, jika berhasil kecambahnya akan dijual pada narasumber pelatihan Toge yang sudah menegaskan kesanggupannya untuk membeli.
"Yang mengajar ini mengaku sanggup menampung hadil budidaya ini," jelasnya.
Menurutnya upaya mengajari para WBP dengan keterampilan pertanian ini juga bagian dari mendukung program ketahanan pangan. Terlebih, selama ini pihaknya sudah bertani terong, selada, kangkung, cabe, dan lainnya.
Ditambahkan oleh Denny Dwi Jaya Kasubsi Giatja, setelah praktek pihaknya akan berkoordinasi terkait rencana budidaya kecambah. Karena untuk prosesnya diperlukan 2 jam sekali untuk menyiram.
Sementara warga binaan jam 5 sore sudah harus masuk blok. Karena itulah, dalam pelatihan ini dipilih WBP yang sudah menjalani masa tahanan lama dan hampir keluar.
"Jika diijinkan kita produksi ini, kita harus ada 2-3 orang yang stand by untuk 2 jam sekali menyiram selama 2 hari," jelasnya.
Untuk tahap awal budidaya akan melakukan menanam 1 kilogram kacang hijau. Diprediksi akan bisa mengjasilkan toge 30 kilogram.
Hari Prestiawan, Owner Sayur Mulya Market, mengatakan pembuatan Toge mungkin bagi orang sepela. Namun sebenarnya jika ditekuni akan menghasilkan keuntungan besar.
Karena kebutuhan toge degan adanya dapur makan gizi gratis (MBG). Dia mengaku mengatahui ini pasti karena dirinya juga menmasok sayur ke MBG.
"Karena saya juga nyuplay ke MBG," jelasnya.
Ia mengaku proses produksi dari toge ini tidak sulit dan menghasilkan toge yang banyak. Sebut saja untuk budidaya toge dengan 1 kilogram kacang hijau import Rp 25 ribu bisa menghasilan 6-7 kilogram toge. Kemudian harga 1 kilogram toge yakni Rp 10 ribu.
Kemudian cukup menyediakan media timba yang dilubangi.
"Tata cara pembuatannya tak rumit sama sekali, cuma butuh niat tekun aja. Hanya perlu disiram tiap 2 jam, karena butuh lembab," jelasnya.
Menurutnya, panen bisa dilakukan 3 hari sekali. Jadi dari modal Rp 25 ribu, bisa menjual Rp 60 ribu toge.
Dia berharap pelatihan ini bisa menjadi motivasi bagi WBP setelah keluar dari Lapas Bondowoso. Agar bisa berwirausaha karena ketika kembaku ke masyarakat mereka perlu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....