Banyuwangi dan Pupuk Kaltim Kolaborasi Dukung Swasembada Pangan
- 24 Okt 2025 20:58 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kerja sama dengan PT Pupuk Kaltim, yang berhasil meningkatkan hasil panen padi dari sebelumnya 6–7 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujono melakukan panen Demonstration Plot (Demplot) padi di Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kamis (23/10/2025). Panen di lahan seluas 2.500 meter persegi itu melibatkan petani setempat dan menjadi bagian dari Program Agrosolution yang diinisiasi Pupuk Kaltim untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
“Terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim. Kolaborasi ini memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, Bulog, dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden,” ujar Mujono.
Program percontohan tersebut berhasil meningkatkan hasil panen berkat pendampingan intensif, penerapan teknologi pertanian modern, serta penguatan rantai pasok berbasis prinsip 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership).
Mujono menambahkan, Banyuwangi diproyeksikan berkontribusi besar terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. Tahun ini, luas tanam padi mencapai 121.319 hektare, naik 1.668 hektare dibanding 2024. Dengan kenaikan itu, produksi padi 2025 diperkirakan mencapai 806.164 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau naik 11.381 ton dibanding tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data neraca pangan Januari–September 2025, Banyuwangi mencatat surplus sekitar 307.244 ton beras, meningkat 39.868 ton dibanding periode yang sama tahun lalu,” ucap Mujiono.
Selain itu, serapan beras oleh Bulog Banyuwangi dari hasil panen petani juga meningkat signifikan. Tahun ini, Bulog berhasil menyerap 52.162 ton beras, jauh lebih tinggi dibanding 2023 sebanyak 4.943 ton dan 2024 sebesar 5.329 ton.
Kondisi tersebut turut didukung kebijakan pemerintah yang menaikkan harga gabah kering panen menjadi Rp6.500 per kilogram serta ketersediaan pupuk bersubsidi yang mencukupi. Bahkan, Menteri Pertanian pada 22 Oktober 2025 mengumumkan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan NPK dari Rp2.350 menjadi Rp1.840 per kilogram.
Asisten Vice President Agrosolution Pupuk Kaltim Wilayah Jatim dan Nusra, Atik Dwi Purwadari, menjelaskan bahwa Agrosolution merupakan program untuk meningkatkan produktivitas petani melalui produk unggulan seperti pupuk hayati Ecofert dan Biodex.
“Selain di Sempu, demplot padi juga kami lakukan di Kalibaru, Genteng, dan Blimbingsari. Ini bentuk dukungan kami bersama pemerintah daerah dan BUMN dalam membantu menyukseskan swasembada pangan oleh Bapak Presiden,” kata Atik.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Lamtoro Gung Desa Jambewangi, Muhammad Hanifulloh, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan.
“Berkat pembinaan dari Pupuk Kaltim dan Pemkab Banyuwangi, alhamdulillah hasil panen kami meningkat,” ujarn Hanifulloh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....