Gapasdap: Keterbatasan Dermaga Picu Macet Ketapang–Gilimanuk

  • 31 Mar 2026 20:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menilai kemacetan di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat Lebaran 2026 dipicu keterbatasan dermaga dan lemahnya sistem operasional pelabuhan.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, mengatakan jumlah kapal dilintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai 56 unit. Namun kapasitas dermaga hanya mampu melayani sekitar 28 kapal, sehingga banyak kapal harus menunggu giliran sandar.

“Jika tidak ada penambahan dermaga, ini akan jadi bom waktu kemacetan setiap musim liburan, seperti yang terjadi saat angkutan lebaran 2026,” ujar Khoiri dalam rilsi yang diterima RRI.CO>ID, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, penambahan jumlah kapal yang beroperasi hingga 40 unit tidak efisien tanpa diimbangi kapasitas dermaga justru membuat waktu tunggu lebih lama. Akibatnya, frekuensi perjalanan tidak meningkat dan antrean kendaraan tetap mengular.

“Kapal lebih banyak mengapung di laut menunggu sandar, dan penumpang mengalami ketidaknyamanan akibat kapal yang terombang-ambing oleh ombak dan arus,” ungkap Khoiri.

GAPASDAP mendorong pemerintah menjadikan pembangunan dan penambahan dermaga sebagai prioritas guna meningkatkan kapasitas pelayanan pelabuhan. Seian itu manajemen trafik yang lebih terintegrasi antara transportasi darat dan laut serta kebijakan operasional yang lebih fleksibel dan berbasis kondisi lapangan.

“Kita butuh sistem yang fleksibel dan berbasis kondisi real-time,” kata Khoiri.

Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian selama arus mudik dan balik Lebaran, kemacetan terjadi di kedua sisi pelabuhan. Pada Arus Mudik antrean menuju di Pelabuhan Gilimanuk mencapai 31 kilometer, sedangkan saat arus balik di jalur menuju Pelabuhan Ketapang hingga 15 kilometer dari arah Situbondo dan sekitar 4 kilometer dari arah kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....