Menhub Tegur Truk Bandel Picu Macet saat Arus Mudik
- 18 Mar 2026 03:49 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti masih beroperasinya truk sumbu tiga ke atas yang dinilai menjadi pemicu utama kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Kondisi ini diperparah arus mudik beririsan dengan Hari Raya Nyepi yang menyebabkan penutupan lintasan penyeberangan.
Dudy menjelaskan, kendaraan logistik yang tetap beroperasi telah melanggar pembatasan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri. Padahal, kebijakan tersebut diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa mudik.
“Jadi penyebab kemacetan yang terjadi adalah masih beroperasinya truk sumbu tiga ke atas yang mengangkut logistik,” kata Dudy, saat meninjau arus mudik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menegaskan, pelanggaran aturan oleh truk logistik memperparah kondisi lalu lintas di lintasan Jawa–Bali. Terlebih, arus mudik tahun ini beririsan dengan perayaan Nyepi yang berdampak pada penutupan akses penyeberangan.
Menjelang Hari Raya Nyepi, lintasan Ketapang–Gilimanuk maupun Padangbai–Lembar akan ditutup selama kurang lebih 37 jam. Penutupan ini berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Kami meminta kepatuhan pengusaha logistik, terutama kendaraan sumbu tiga ke atas, sesuai SKB yang telah diterbitkan,” ujar Dudy.
Pemerintah juga memprioritaskan kendaraan kecil dan bus selama arus mudik berlangsung. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik di tengah tingginya volume kendaraan.
Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan solusi bagi kendaraan logistik yang terlanjur berada di jalur. Truk akan ditempatkan di buffer zone yang telah disiapkan selama masa penutupan Nyepi.
“Sopirnya akan kami seberangkan ke Banyuwangi, apabila Nyepi sudah berakhir akan kami kembalikan lagi ke Bali tanpa biaya,” ucap Dudy.
Dudy menambahkan, kondisi arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk saat ini mulai berangsur membaik. Sebelumnya, kemacetan sempat mencapai puluhan kilometer dalam beberapa hari terakhir.
Penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) dinilai mulai efektif mengurai kepadatan. Antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai lebih dari 20 kilometer kini berkurang menjadi sekitar 8 kilometer.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....