Mudik Nyaman, 48 Masjid Banyuwangi Dibuka 24 Jam
- 17 Mar 2026 18:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan 48 masjid ramah pemudik yang dibuka selama 24 jam untuk menyambut arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Fasilitas ini disediakan di berbagai titik jalur utama guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik saat perjalanan.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Kantor Kementerian Agama, Baznas, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyuwangi. Puluhan masjid tersebut tersebar di jalur utara, tengah, dan selatan, termasuk di kawasan jalur nasional.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan keberadaan masjid ramah pemudik ini diharapkan menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman. Pemudik dapat beristirahat sekaligus menunaikan ibadah setelah menempuh perjalanan jauh.
“Dengan adanya masjid ramah pemudik atau musafir, dapat memberikan kenyamanan terhadap pemudik yang melintasi jalan setelah menempuh perjalanan jauh. Pemudik bisa singgah salat dan beristirahat sejenak,” kata Ipuk saat meresmikan program tersebut di Masjid Al Huda, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Kamis, 17 Maret 2026.
Dalam program ini, masjid yang terlibat menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya area istirahat, tempat ibadah, toilet bersih, air bersih, serta pengamanan di lingkungan masjid dan area parkir.
Selain itu, beberapa masjid juga menyediakan layanan tambahan seperti ruang kesehatan, pijat gratis, serta air minum dan makanan ringan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan jarak jauh.
| Baca juga: Mudik Ramah Anak dan Keluarga |
Sejumlah masjid yang berada di jalur nasional antara lain Masjid Nurul Huda Kalibaru, Masjid Baiturrohman Genteng, Masjid Baiturrohim Rogojampi, dan Masjid Nurul Karim Wongsorejo. Sebanyak 13 masjid di antaranya berada di jalur utama dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru.
Ipuk menambahkan program ini merupakan implementasi fungsi sosial masjid sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan masyarakat.
“Masjid memang center. Sebagaimana yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW, masjid tidak hanya digunakan untuk salat lima waktu, namun juga untuk berdiskusi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ipuk.
Kepala Kementerian Agama Banyuwangi Chaeroni Hidayat mengatakan Banyuwangi menjadi daerah dengan jumlah masjid ramah pemudik terbanyak di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan berbagai lembaga.
“Banyuwangi menjadi yang terbanyak di Jawa Timur dalam menyiapkan masjid ramah pemudik. Semoga masjid di Banyuwangi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para pemudik setelah bepergian jauh,” kata Chaeroni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....