Anggota DPR RI Bambang Haryo Tinjau Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

  • 16 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Bambang Haryo, DPR RI, Komisi VII DPRRI,

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meninjau Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin, 16 Maret 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan penyeberangan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, Bambang mengecek sejumlah fasilitas layanan di pelabuhan. Ia meninjau pos pantau, posko kesehatan, serta layanan informasi cuaca dari BMKG. Selain itu, Bambang juga berdialog langsung dengan para pengendara yang hendak menyeberang. Dialog tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi arus penyeberangan secara langsung dari para pengguna jasa.

Bambang mengatakan lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur antarprovinsi yang sangat vital. Jalur ini berpengaruh besar terhadap mobilitas logistik sekaligus sektor pariwisata nasional.

“Lintasan ini sangat vital dan potensial, sehingga harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, kepadatan yang terjadi pada arus mudik tahun ini beririsan dengan momen Hari Raya Nyepi. Penutupan total pelabuhan selama lebih dari 30 jam, saat perayaan Nyepi membuat masyarakat mempercepat perjalanan sehingga memicu antrean kendaraan.

Bambang menyatakan pemerintah telah bekerja maksimal untuk mengurai antrean kendaraan. Namun ia menilai perlu solusi jangka panjang dan langkah antisipatif agar lonjakan tahunan tidak kembali menimbulkan antrean panjang.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah penambahan dermaga di kedua pelabuhan, yakni Ketapang dan Gilimanuk. Penambahan dermaga dinilai akan berdampak pada optimalisasi armada kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Bukan kapalnya yang kurang, dermaganya yang terbatas. Banyak kapal tidak bisa jalan karena tidak mendapat slot sandar,” ucap Bambang.

Ia memastikan akan menyuarakan percepatan pembangunan dermaga tersebut dalam rapat paripurna DPR RI. Menurutnya, langkah itu penting agar lintasan strategis Ketapang–Gilimanuk semakin andal dalam melayani mobilitas masyarakat.

Salah satu sopir bus, Abdul, mengaku harus mengantre sekitar 8 jam sebelum akhirnya bisa masuk ke dalam kapal. Ia juga mendukung rencana penambahan dermaga untuk mempercepat proses penyeberangan.

“Ayo tambah dermaga di Pelabuhan Ketapang agar pengangkutan penumpang bisa lebih cepat,” ungkap Abdul.

Bambang juga mengingatkan bahwa konektivitas menuju Banyuwangi yang akan tersambung jalan tol berpotensi meningkatkan arus wisata menuju Bali. Kondisi tersebut harus diantisipasi sejak sekarang agar masyarakat tidak kembali mengalami kesulitan saat menyeberang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....