H-11 Lebaran, Jumlah Pemudik di Pelabuhan Jangkar Meningkat
- 10 Mar 2026 06:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pemudik dari beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, memadati Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (9/3/2026) malam.
Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang membawahi Pelabuhan Jangkar, Situbondo Slamet Santoso, mengatakan, H-11 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemudik terlihat lebih banyak.
"H-11 Lebaran, jumlah pemudik di Pelabuhan Jangkar tujuan beberapa kepulauan di Madura, terus bertambah " ujar Slamet Santoso kepada RRI, Selasa (10/3/2026).
Lebih dari 300 penumpang tujuan Jangkar - Raas terangkut seluruhnya pada Senin malam. Mereka menaiki KMP Dharma Kartika yang diperkirakan sampai tujuan dalam waktu enam jam.
"Jangkar - Raas itu kalau lancar, sekitar 5-6 jam sudah sampai ke tujuan," bebernya.
Angkutan Lebaran 2026 rute ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, di antaranya, Pulau Raas, Sapudi, Kalianget, dan Kangean, dilayani tiga kapal feri, yakni KMP Munggiyango Hulalo, KMP Wicitra Dharma I, dan KMP Dharma Kartika.
Slamet Santoso mengaku, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang membawahi Pelabuhan Jangkar telah melakukan persiapan sebelumnya pada momentum arus mudik Lebaran tahun ini.
"Kami telah melakukan persiapan cukup matang guna melayani pemudik pada momentum Lebaran tahun ini," ucapnya.
Ada penambahan trip keberangkatan tiga kapal feri tersebut, untuk mengantisipasi potensi penumpukan pemudik di Pelabuhan Jangkar. Apalagi cuaca kali ini tidak menentu.
"Ada tambahan trip dan juga ekstra trip untuk memaksimalkan pelayanan kami bagi warga kepulauan, untuk mengurai kepadatan pemudik," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pemudik asal Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Samiya mengaku memilih mudik awal karena dikhawatirkan saat mendekati Lebaran, ramai penumpang.
"Kalau sudah ramai penumpang di pelabuhan, pasti sudah berdesakan. Makanya saya mudik awal agar tidak terlalu ramai," bebernya.
Samiya pulang kampung bersama dengan suami dan anaknya. Ia bekerja di Bali dan pulang ke kampung halaman hanya sekali dalam setahun yakni saat momentum Lebaran.
"Pulangnya setahun sekali, rindu kampung halaman, rindu rumah," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....