Semangat Pendidikan MI Al-Khairiyah Hadapi Tantangan Pesisir

  • 22 Agt 2026 21:33 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi terus memberikan pendidikan bagi siswa-siswinya meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan kondisi lingkungan yang menantang.
  • Proses pembelajaran di madrasah tetap berjalan dengan baik dengan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia serta mendapat dukungan penuh dari guru, orang tua, dan masyarakat lokal.
  • Guru MI Al-Khairiyah menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama masyarakat Desa Pantai Sederhana meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi.

RRI.CO.ID, Bekasi - Semangat pendidikan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kondisi lingkungan dan keterbatasan sarana pendidikan tidak menyurutkan upaya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairiyah dalam memberikan pendidikan bagi siswa-siswinya. Proses pembelajaran tetap berjalan dengan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia serta dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat.

Bapak Rohimi, salah seorang guru MI Al-Khairiyah mengatakan bahwa kondisi pendidikan di sekolah saat ini berjalan dengan baik meskipun masih terdapat keterbatasan di tengah kondisi masyarakat. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi salah satu hal yang diutamakan oleh pihak masyarakat.

“Alhamdulillah, kondisi pendidikan saat ini berjalan dengan baik di tengah kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan. Untuk pendidikan, kami selalu mengutamakannya,” ujar Rohimi saat diwawancarai mahasiswa KKN Orda Bekasi, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam proses pembelajaran, guru berupaya menerapkan metode yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Rohimi menjelaskan bahwa pembelajaran bagi siswa kelas 1 dan 2 lebih banyak diarahkan pada kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Hal tersebut dilakukan sebagai dasar agar siswa memiliki kemampuan yang cukup sebelum memasuki kelas berikutnya.

“Untuk kelas 1 sampai kelas 2, yang kami terapkan terutama membaca, menulis, dan berhitung. Tujuannya agar siswa benar-benar memahami kemampuan dasar tersebut. Jadi ketika masuk kelas 3, mereka sudah mampu membaca dan menulis dengan baik serta berhitung dengan benar,” jelasnya.

Namun, proses pendidikan di MI Al-Khairiyah tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Kondisi alam menjadi salah satu tantangan yang terkadang mengganggu aktivitas belajar mengajar. Wilayah Muara Gembong yang berada di kawasan pesisir menghadapi fenomena rob atau naiknya air laut. Ketika banjir rob terjadi, sejumlah rumah siswa dapat ikut terdampak sehingga aktivitas sekolah menjadi terganggu.

“Kalau kendala sebenarnya tidak terlalu banyak. Hanya saja ketika musim rob atau air laut pasang, itu menjadi kendala. Kadang ada rumah anak-anak yang terendam banjir sehingga kegiatan belajar dan kegiatan sekolah mereka ikut terhambat. Jadi kendalanya lebih kepada situasi alam,” ungkap Rohimi.

Selain kondisi lingkungan, keterbatasan ruang kelas juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sekolah. Menurut Rohimi, fasilitas yang tersedia saat ini memang belum sepenuhnya memadai. Meski demikian, pihak sekolah tetap berusaha memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

“Kalau dibilang cukup, bisa cukup. Kalau dibilang belum cukup, juga bisa. Karena kami masih kekurangan ruangan kelas. Untuk buku dan fasilitas lainnya, alhamdulillah sudah bisa dimanfaatkan dalam kegiatan belajar. Kendala utamanya memang kekurangan ruang kelas,” katanya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, dukungan orang tua dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan bagi sekolah. Para wali murid tidak hanya mendukung kegiatan belajar anak, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah dan peringatan hari besar nasional.

Keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 18 Agustus. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 1 Pantai Sederhana turut membantu pelaksanaan berbagai kegiatan dan perlombaan bagi siswa MI Al-Khairiyah.

Rohimi menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 1 Pantai Sederhana yang telah membantu kegiatan sekolah. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN Kelompok 1 Desa Pantai Sederhana Muara Gembong yang telah banyak membantu dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan lomba kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun. Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan partisipasinya,” ujarnya.

Selain kegiatan pembelajaran di dalam kelas, MI Al-Khairiyah juga memberikan kegiatan tambahan untuk mendukung perkembangan siswa. Kegiatan tersebut meliputi ekstrakurikuler serta kegiatan keagamaan seperti sholat duha bersama dan mengaji sebelum kegiatan belajar dimulai. Sekolah juga melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat.

Perkembangan kemampuan siswa sendiri dinilai cukup beragam. Rohimi menjelaskan bahwa kemampuan setiap siswa berbeda-beda sehingga hasil belajar yang diperoleh juga tidak sama. Guru berusaha memberikan metode pembelajaran secara maksimal, tetapi respons siswa tetap dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing.

“Untuk siswa itu beragam, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Kalau mereka bisa menerima pembelajaran dengan baik, alhamdulillah bisa berprestasi dengan baik. Kami sebagai guru sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan metode pembelajaran, tetapi kembali lagi kepada kemampuan masing-masing siswa,” jelasnya.

Ke depan, pihak sekolah berharap siswa-siswi MI Al-Khairiyah tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Terlebih, sebagian besar tenaga pendidik di sekolah tersebut merupakan alumni MI Al-Khairiyah.

“Harapan kami tentunya agar siswa-siswi kami bisa bermanfaat di masyarakat. Kami mayoritas sebagai pendidik juga merupakan alumni MI Al-Khairiyah. Kami ingin mencetak anak-anak bangsa yang lebih baik ke depannya dan bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan sekitar, serta keluarga,” pungkas Rohimi.

Semangat guru, siswa, orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat menjadi modal penting bagi keberlangsungan pendidikan di MI Al-Khairiyah. Di tengah tantangan lingkungan dan keterbatasan fasilitas, sekolah terus berupaya menciptakan ruang belajar yang mampu mendukung siswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

(Penulis: Mahasiswa UIN Bandung KKN Orda Bekasi 01 Pantai Sederhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....