Game Digital REACT Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris di SD

  • 19 Agt 2026 19:04 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Game Digital REACT Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris di SD, Guru dan Siswa Jember Rasakan Pengalaman Baru

RRI. CO. ID, Jakarta - Belajar Bahasa Inggris di kelas tidak lagi sekadar menghafal kosakata di buku. Di SDN Subo 01, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, para siswa kini belajar sambil bergerak, bermain, dan menyelesaikan tantangan lewat sebuah game digital bernama REACT.

Game ini diperkenalkan dalam pelatihan dua hari, 24-25 Juli 2026, yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat PKM yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.

*Game Digital REACT Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris di SD, Guru dan Siswa Jember Rasakan Pengalaman Baru*

*JEMBER* – Belajar Bahasa Inggris di kelas tidak lagi sekadar menghafal kosakata di buku. Di SDN Subo 01, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, para siswa kini belajar sambil bergerak, bermain, dan menyelesaikan tantangan lewat sebuah game digital bernama *REACT*.

Game ini diperkenalkan dalam pelatihan dua hari, 24-25 Juli 2026, yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat PKM yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.

*Belajar sambil bermain dengan AR*

REACT adalah singkatan dari _Responsive English through Action, Context, and Technology_. Game ini mengintegrasikan metode _Total Physical Response_ TPR, prinsip _Deep Learning_, dan teknologi _Augmented Reality_ AR ke dalam satu aplikasi yang sudah tersedia di Play Store.

Selama pelatihan, para guru dibekali cara instalasi, penggunaan fitur, hingga menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka dengan media game. Mereka juga diajarkan membuat asesmen berbasis permainan.

Di ruang kelas, suasananya berubah. Tawa dan sorak siswa terdengar saat berlomba menyusun puzzle, mencocokkan gambar dengan kata, hingga mengikuti instruksi Bahasa Inggris dalam simulasi bertema _Daily Routines_ dan _School Life_.

“Anak-anak belajar bukan hanya lewat membaca dan menghafal, tapi melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan interaksi,” kata Ketua Tim Pengabdian, Dyah Ayu Nugraheni, http://M.Pd.

Menurutnya, REACT dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris di SD yang lebih interaktif dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa.

*Guru dan siswa antusias*

Kepala SDN Subo 01, Latifah, http://S.Pd., menyambut baik program ini. Ia menilai guru mendapat keterampilan baru dalam memanfaatkan media digital, sementara siswa terlihat jauh lebih semangat.

“Kami berharap Game REACT dapat terus digunakan sebagai salah satu media pembelajaran inovatif di sekolah kami,” ujarnya.

Antusiasme yang sama datang dari siswa. Sabrina, salah satu peserta, mengaku belajar jadi terasa seperti bermain.

“Belajar pakai Game REACT sangat seru. Saya bisa bermain sambil belajar kata-kata baru dalam Bahasa Inggris. Apalagi pas mencocokkan gambar dengan kata,” katanya semangat.

*Dorong transformasi pendidikan digital*

Tim pengabdian yang juga beranggotakan Fatih Al Fauzi, http://M.Pd, Tri Novita Irawati, http://M.Pd, Natasya Wafiqotul Ilmiyah, dan Sulfia Wilda Al Maghfirah berharap inovasi ini bisa meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan komitmen para guru untuk terus mengimplementasikan Game Digital REACT secara mandiri. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti di pelatihan, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari yang menyenangkan dan bermakna.

REACT adalah singkatan dari Responsive English through Action, Context, and Technology. Game ini mengintegrasikan metode Total Physical Response TPR, prinsip Deep Learning, dan teknologi Augmented Reality AR ke dalam satu aplikasi yang sudah tersedia di Play Store.

Selama pelatihan, para guru dibekali cara instalasi, penggunaan fitur, hingga menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka dengan media game. Mereka juga diajarkan membuat asesmen berbasis permainan.

Di ruang kelas, suasananya berubah. Tawa dan sorak siswa terdengar saat berlomba menyusun puzzle, mencocokkan gambar dengan kata, hingga mengikuti instruksi Bahasa Inggris dalam simulasi bertema Daily Routines dan School Life.

“Anak-anak belajar bukan hanya lewat membaca dan menghafal, tapi melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan interaksi,” kata Ketua Tim Pengabdian, Dyah Ayu Nugraheni, http://M.Pd.

Menurutnya, REACT dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris di SD yang lebih interaktif dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Guru dan siswa antusias

Kepala SDN Subo 01, Latifah, http://S.Pd., menyambut baik program ini. Ia menilai guru mendapat keterampilan baru dalam memanfaatkan media digital, sementara siswa terlihat jauh lebih semangat.

“Kami berharap Game REACT dapat terus digunakan sebagai salah satu media pembelajaran inovatif di sekolah kami,” ujarnya.

Antusiasme yang sama datang dari siswa. Sabrina, salah satu peserta, mengaku belajar jadi terasa seperti bermain.

“Belajar pakai Game REACT sangat seru. Saya bisa bermain sambil belajar kata-kata baru dalam Bahasa Inggris. Apalagi pas mencocokkan gambar dengan kata,” katanya semangat.

Dorong transformasi pendidikan digital

Tim pengabdian yang juga beranggotakan Fatih Al Fauzi, http://M.Pd, Tri Novita Irawati, http://M.Pd, Natasya Wafiqotul Ilmiyah, dan Sulfia Wilda Al Maghfirah berharap inovasi ini bisa meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan komitmen para guru untuk terus mengimplementasikan Game Digital REACT secara mandiri. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti di pelatihan, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari yang menyenangkan dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....