Wali Kota Jakpus Ikuti Pengajian Ulama Umaro Tingkat Kota

  • 21 Agt 2026 14:42 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menghadiri pengajian Ulama Umaro tingkat kota di Gedung PPSB M. Mashabi, Tanah Abang, pada Kamis 20 Agustus 2026.
  • Pengajian mengangkat tema 'Meneguhkan Ukhuwah dalam Semangat Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan' untuk memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
  • Arifin menekankan bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang harus diisi dengan membangun bangsa berdasarkan nilai keadilan, persatuan, dan kesejahteraan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menghadiri pengajian Ulama Umaro tingkat kota di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) M. Mashabi, Kebon Melati, Tanah Abang, Kamis 20 Agustus 2026. Pengajian tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Ukhuwah dalam Semangat Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan”. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.

Arifin mengatakan, pengajian juga menjadi bagian dari ungkapan syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan merupakan amanah yang harus diisi dengan upaya membangun bangsa berdasarkan nilai keadilan, persatuan, dan kesejahteraan.

"Pengajian ini kita niatkan sebagai bagian dari upaya meneguhkan ukhuwah persaudaraan antara ulama dan umaro serta pemerintah dengan masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan," kata Arifin.

Ia menilai, ilmu agama yang disampaikan ulama menjadi bekal penting bagi masyarakat, sedangkan ilmu pemerintahan dan sosial menjadi sarana untuk menghadirkan kesejahteraan. Kolaborasi keduanya diperlukan dalam menghadapi tantangan dan menjaga persatuan.

"Dengan ilmu kita dapat memahami ajaran Islam secara lebih luas dan komprehensif, sekaligus menguatkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Arifin menambahkan, ulama memiliki peran memberikan landasan moral, sementara umaro menjalankan kebijakan pemerintahan dan masyarakat menjadi bagian utama dalam pembangunan. Ketiganya perlu berjalan bersama dalam semangat ukhuwah dan kecintaan terhadap Tanah Air.

"Pengajian ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan hati, sebab tugas melayani masyarakat akan terasa ringan dan bermakna jika dimulai dari hati yang jernih, jiwa yang bertakwa, serta akal yang tercerahkan oleh ilmu," tuturnya.

Arifin berharap doa dan nasihat para ulama dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan pengajian sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan semangat menuntut ilmu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....