Sampah Jadi Penyebab Utama Banjir di Jakarta Barat
- 28 Mei 2026 16:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Permasalahan sampah masih menjadi faktor utama penyebab banjir dan genangan di wilayah Jakarta Barat. Meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan pemerintah melalui pengerukan kali, normalisasi saluran hingga pengoperasian pompa mobile, perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan dinilai masih menjadi hambatan besar.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat, Yopi Maidiza Siregar mengatakan, tumpukan sampah di saluran air dan kali membuat aliran air terhambat sehingga memicu genangan saat hujan deras turun.
“Banyak sampah di saluran ataupun di kali sangat berpengaruh terhadap aliran air. Itu salah satu faktor yang sering menyebabkan genangan dan banjir,” ujar Yopi dalam dialog Majalah Udara Kentongan RRI Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini juga membuat potensi banjir semakin sulit diprediksi. Di tengah peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG dan BPBD DKI Jakarta, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Yopi menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipasi banjir, mulai dari pengerukan saluran dan kali di 12 titik, normalisasi drainase di delapan kecamatan, hingga menyiagakan pompa mobile dan pompa stasioner di sejumlah lokasi rawan genangan.
Namun, ia menegaskan bahwa infrastruktur pengendalian banjir tidak akan bekerja optimal tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Seberapa besar dan bagus infrastruktur yang dibangun tidak akan optimal kalau perilaku masyarakat masih membuang sampah sembarangan,” katanya.
Selain sampah, Yopi juga menyoroti adanya warga yang membolongi tanggul tanpa izin. Kondisi tersebut menyebabkan air kembali masuk ke saluran permukiman dan memperparah genangan.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Sudin SDA Jakarta Barat rutin menggelar kerja bakti bersama kelurahan, kecamatan, RT/RW, hingga elemen masyarakat setiap pekan.
“Kita berusaha merangkul masyarakat agar ikut terlibat dalam kerja bakti sehingga perlahan muncul kesadaran pentingnya menjaga kebersihan saluran dan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, terutama memasuki periode cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Langkah paling penting adalah saling peduli dengan lingkungan sekitar, menjaga saluran tetap bersih, dan tidak membuang sampah sembarangan agar risiko banjir bisa diminimalkan,” kata Yopi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....