Gunungan Sampah di Kedaung Kaliangke Jakbar Ganggu Akses Sekolah

  • 07 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Warga mengeluhkan gunungan sampah yang menumpuk di kawasan RT04/RW03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat, 7 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi sekira pukul 10.20 WIB, tumpukan sampah itu terlihat menggunung hingga hampir menyamai tinggi atap sebuah bangunan yang sudah tidak berpenghuni.

Tumpukan inipun didominasi oleh sampah rumah tangga berupa plastik, kardus, sisa makanan, hingga sampah lainnya.

Di lokasi, sampah yang diduga telah berlangsung beberapa waktu lalu itu tak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga mengganggu akses menuju sekolah dasar di kawasan tersebut.

Sejumlah petugas kebersihan juga tampak berjibaku mengangkut sampah dengan alat seadanya. Mereka terlihat memindahkan sampah dari lokasi penumpukan ke dalam bak truk untuk kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Salah seorang warga sekitar, Lili, mengaku khawatir melihat kondisi tersebut yang kerap semakin mengganggu warga. Namun, ia mengatakan warga sudah terbiasa dengan penumpukan sampah yang terjadi setiap hari.

“Ya khawatir sih sebenarnya. Cuma mau bagaimana lagi, memang sudah biasa seperti ini setiap harinya. Tapi kalau mau dibersihin ya lebih bagus” ujar Lili kepada wartawan, Jumat.

Menurut Lili, lokasi ini memang sejak lama menjadi tempat pembuangan sampah sementara. “Kalau dulu dari gerobak langsung diambil mobil, jadi enggak ditumpuk. Sekarang sudah sekitar dua bulan begini,” katanya.

Lili mengatakan dampak yang paling dirasakan warga adalah bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ia juga mengkhawatirkan kondisi tersebut berdampak pada kesehatan anak-anak yang setiap hari melintas menuju sekolah.

“Ya bau lah. Anak-anak juga kan enggak sehat kalau dekat sampah, tapi kita mau enggak mau harus jalanin,” ucapnya.

Selain persoalan bau, Lili juga khawatir apabila memasuki musim hujan, sampah yang berserakan akan terbawa air dan berpotensi memicu banjir.

“Harapannya ya buru-buru ditanggulangi, jangan sampai sampahnya bleber ke jalan. Saya takut nanti kalau hujan hanyut dan bikin banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kedaung Kaliangke, Ghufri Fatchani menjelaskan, penumpukan sampah dipicu terganggunya distribusi pengangkutan sampah ke TPST Bantar Gebang.

Menurut Ghufri, sebelum terjadi kendala pengiriman sampah ke Bantar Gebang, lokasi tersebut sebenarnya sudah sempat dikosongkan karena lahan milik Kementerian Agama itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Namun setelah ada masalah di Bantar Gebang, penumpukan terjadi lagi sehingga sampah kembali menumpuk di lokasi ini,” katanya.

Ghufri mengatakan, pihak kelurahan kini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah. Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal dan baru diterapkan secara efektif di beberapa wilayah.

“Salah satu yang sudah berjalan baik ada di RT 3 RW 3. Mereka sudah melaksanakan maggot, composting, dan bank sampah sehingga volume sampah yang dibuang berkurang,” ujarnya.

Ia menargetkan seluruh sampah di lokasi tersebut dapat diangkut dalam dua hingga tiga hari ke depan. Setelah itu, kata dia, sistem pembuangan sampah akan diubah sehingga gerobak sampah dari RT langsung membuang residu ke truk pengangkut tanpa lagi ditumpuk di lokasi tersebut.

“Kami sudah meminta Sudin Lingkungan Hidup mengosongkan wilayah ini dari sampah. Nantinya gerobak sampah dari RT langsung bertemu dengan truk pengangkut, sehingga tidak ada lagi penumpukan di sini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....