Sudin SDA Jakbar Kerahkan Pompa Mobile Antisipasi Genangan
- 28 Mei 2026 16:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air atau Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan pompa mobile dan memperkuat pengerukan saluran sebagai langkah antisipasi genangan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah DKI Jakarta.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Sudin SDA Jakarta Barat, Yopi Maidiza Siregar mengatakan, pihaknya terus bersiaga baik pada musim hujan maupun kemarau dengan menyiapkan personel dan peralatan di sejumlah titik rawan genangan.
“Kita selalu siaga dengan adanya personel dan peralatan, termasuk pompa mobile, pompa apung, dan pompa stasioner. Personel tersebar di delapan kecamatan di Jakarta Barat,” ujar Yopi dalam dialog Majalah Udara Kentongan, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pompa mobile disiagakan di lokasi-lokasi rawan genangan guna mempercepat penanganan saat hujan deras terjadi. Selain itu, alat berat juga ditempatkan di beberapa lokasi untuk mendukung pengerukan saluran dan kali.
Menurut Yopi, saat ini Sudin SDA Jakarta Barat tengah menjalankan program pengerukan di 12 lokasi dengan melibatkan 33 alat berat dari total 51 alat yang dimiliki. Beberapa titik pengerukan berada di kawasan Mookervart, Semongol, Kali Angke, dan Kali Sekretaris.
“Target pengerukan mencapai kurang lebih 170 ribu meter kubik lumpur yang nantinya dibuang ke lokasi dumping site di Ancol,” katanya.
Ia menilai pengerukan efektif mempercepat aliran air sehingga genangan dapat lebih cepat surut dibanding sebelumnya. Namun, Yopi menegaskan persoalan sampah masih menjadi kendala utama dalam penanganan banjir di Jakarta Barat.
“Banyak sampah di saluran dan kali sangat berpengaruh terhadap aliran air. Karena itu kami bekerja sama dengan instansi lain seperti Dinas Lingkungan Hidup dan UPK Badan Air untuk membersihkan kali,” ucapnya.
Selain pengerukan, Sudin SDA Jakarta Barat juga melakukan normalisasi saluran drainase di delapan kecamatan. Normalisasi dilakukan berdasarkan prioritas wilayah yang kerap mengalami genangan.
Yopi menambahkan, salah satu wilayah yang menjadi fokus penanganan saat ini berada di kawasan Kali Mookervart dan Jalan Daan Mogot. Di lokasi tersebut juga terdapat rumah pompa yang akan direnovasi untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.
Terkait operasional pompa mobile, Yopi memastikan seluruh pompa rutin diperiksa agar tetap dalam kondisi optimal. Jika terjadi kendala teknis, pihaknya akan melakukan koordinasi antarlokasi untuk melakukan pergantian pompa.
“Pompa tentu ada masa istirahatnya. Jadi kami backup dengan pompa lain agar operasional tetap berjalan,” kata Yopi.
Dalam kesempatan itu, Yopi juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
“Seberapa bagus infrastruktur yang dibangun tidak akan optimal kalau perilaku masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Jadi perlu kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....