Kurangi Banjir di Rawa Buaya, Pemkot Jakbar Keruk Kali Mookervart

  • 11 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam upaya mengurangi risiko banjir di Rawa Buaya, Pemerintah Kota Jakarta Barat mengeruk sedimen lumpur di Kali Mookervaart, kawasan RW 01 dan RW 02, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pengerukan menjadi bagian dari program mitigasi banjir dan genangan yang dilaksanakan secara rutin dan terjadwal.

“Kita memastikan semua saluran, baik mikro, PHB, dan kali, tidak ada lagi lumpur atau sedimen,” kata Iin saat meninjau Kali Mookervaart, Jumat, 11 September 2026.

Iin mengatakan, guna mempercepat pengerjaan, pihaknya mengerahkan alat berat di lokasi untuk mengeruk sedimen yang menumpuk di sisi Kali Mookervaart.

“Target kita dalam seminggu ke depan adalah penyelesaian pengerukan sedimen yang berada di sisi kali,” ujarnya.

Selain mengangkat sedimen, Iin menyebut pihaknya juga berencana membongkar jembatan yang sudah tidak digunakan di kawasan tersebut. Jembatan itu dinilai berpotensi menghambat aliran air karena posisinya rendah.

Iin menjelaskan, ketika hujan deras dan debit air meningkat, sampah yang terbawa arus berpotensi tersangkut di bagian bawah jembatan.

“Jembatan itu sekarang sangat rendah dan sudah ditutup sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi. Saat hujan lebat dan debit air kali tinggi, sampah pasti menyangkut di jembatan tersebut,” jelasnya.

Untuk rencana pembongkaran tersebut, Pemkot Jakarta Barat telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Bina Marga dan tim teknis Suku Dinas Sumber Daya Air. Namun, pelaksanaan fisik baru dilakukan setelah batas aset di lokasi dipastikan dan desain teknis disiapkan.

Iin mengatakan, rapat lintas organisasi perangkat daerah akan dilakukan untuk memastikan status dan batas aset sebelum proses pembongkaran dilanjutkan.

“Secara administrasi, hari Selasa nanti Biro PLH akan mengadakan rapat dengan mengundang semua tim, UKPD, dan OPD terkait untuk memastikan batas asetnya terlebih dahulu,” kata Iin.

Setelah batas aset dipastikan, Dinas SDA dan Sudin SDA akan menyiapkan gambar desain teknis sebagai dasar penentuan jadwal pembongkaran jembatan.

Iin berharap seluruh tahapan dapat dipercepat sehingga penanganan Kali Mookervaart selesai sebelum memasuki puncak musim hujan.

“Kita semua berharap, mumpung ini masih bulan September, sebelum musim hujan datang atau sebelum Desember nanti, proyek ini sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, pengerukan saluran air telah dilakukan secara masif selama satu tahun terakhir. Saat ini, terdapat 10 titik yang menjadi fokus pengerukan, termasuk Kali Mookervaart.

Menurut Mustajab, pengerukan dilakukan secara berkelanjutan dengan memindahkan armada angkut dari satu segmen ke segmen berikutnya setelah pekerjaan di lokasi sebelumnya selesai.

“Kalau pimpinan bertanya mana yang sudah selesai, segmen Haji Jairi misalnya, akan kita tuntaskan dalam satu minggu. Setelah selesai, armada akan dipindah ke bagian hilirnya lagi yang belum dikeruk. Kita lakukan secara kontinu seperti itu,” paparnya.

Secara keseluruhan, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan 30 unit dump truck dan satu alat berat untuk mengangkut material hasil pengerukan dari berbagai titik.

Material tanah yang dihasilkan dari pengerukan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung program perluasan area pemakaman di kawasan Walungan, Tegal Alur.

“Daripada harus mendatangkan tanah merah yang harganya luar biasa mahal, kita menggunakan tanah kerukan ini untuk pemakaman,” tutur Mustajab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....