Pengerukan Kali Mookervart di Rawa Buaya Ditargetkan Rampung Sepekan

  • 12 Sep 2026 18:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat menargetkan pengerukan Kali Mookervart di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, rampung dalam waktu satu pekan.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memitigasi banjir dan genangan, terutama di wilayah RW 01 Rawa Buaya yang berada di sekitar aliran kali.

Dalam pengerjaannya, satu unit ekskavator amfibi dikerahkan untuk mengangkat material, sementara puluhan truk disiapkan untuk mengangkut hasil pengerukan.

“Kita memastikan semua saluran, baik mikro, PHB, dan kali, tidak ada lagi lumpur atau sedimen,” kata Iin saat dikonfirmasi, Sabtu, 12 September 2026.

Nantinya, kata Iin, setelah sedimen diangkat, material hasil pengerukan akan dibawa ke wilayah Walungan, RW 07 dan RW 08, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres.

“Target kita dalam seminggu ke depan adalah penyelesaian pengerukan sedimen yang berada di sisi kali,” ujarnya.

Selain mengangkat sedimen, Iin mengatakan pihaknya juga akan membongkar sebuah jembatan yang sudah tidak digunakan. Jembatan tersebut dinilai berpotensi menghambat aliran air karena posisinya cukup rendah.

“Jembatan itu sekarang sangat rendah dan sudah ditutup sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi. Saat hujan lebat dan debit air kali tinggi, sampah pasti menyangkut di jembatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, pengerukan saluran air telah dilakukan secara masif selama satu tahun terakhir.

Saat ini terdapat sekitar 10 titik kali yang menjadi fokus pengerukan di Jakarta Barat. Kali Mookervart menjadi salah satu lokasi yang ditangani secara berkelanjutan dengan dukungan alat berat dan armada pengangkut.

Mustajab menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara bertahap dari satu segmen ke segmen berikutnya. Setelah pengerukan pada satu lokasi selesai, armada akan langsung dipindahkan ke bagian lain yang membutuhkan penanganan.

“Kalau pimpinan bertanya mana yang sudah selesai, segmen Haji Djairi misalnya, akan kita tuntaskan dalam satu minggu. Setelah selesai, armada akan dipindah ke bagian hilirnya lagi yang belum dikeruk. Kita lakukan secara kontinyu seperti itu,” jelas Mustajab.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan sekitar 30 unit dump truck dan satu ekskavator amfibi. Kendaraan digunakan untuk mengangkut lumpur dan tanah dari lokasi pengerukan.

Material hasil pengerukan kemudian dimanfaatkan untuk mendukung program perluasan area pemakaman di wilayah Walungan, RW 07 dan RW 08, Kelurahan Kamal.

“Dari pada harus mendatangkan tanah merah yang harganya luar biasa mahal, kita menggunakan tanah kerukan ini untuk pemakaman,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....