Cegah Banjir, Sedimen Lumpur di Kali Mookervaart Rawa Buaya Dikeruk

  • 15 Sep 2026 17:20 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat mengeruk sedimen lumpur di Kali Mookervart sepanjang 6,5 kilometer. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi banjir dan genangan yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Adapun pengerukan membentang dari kawasan Cengkareng Drain atau Jalan H Djairi, RW 02 Rawa Buaya, hingga wilayah Kalideres yang berbatasan dengan Tangerang.

Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, pengerukan telah dilakukan sejak awal tahun dan dilaksanakan secara bertahap pada tiga segmen.

“Kita lakukan di tiga titik, yang pertama paling hilir di H Djairi, kemudian di Rawa Buaya, dan yang terakhir di Pasar Hipli, Semanan. Panjang total dari Cengkareng Drain sampai perbatasan itu 6,5 kilometer,” kata Mustajab saat dikonfirmasi, Selasa, 15 September 2026.

Menurut Mustajab, pengerjaan di sejumlah segmen dilakukan secara berkelanjutan. Setelah satu lokasi selesai, alat berat dan armada pengangkut dipindahkan ke titik lain yang membutuhkan pengerukan.

“Total armada 30 truk dan satu ekskavator amphibi long, karena bisa dilakukan sekaligus. Jadi, dia ngepok di badan air, termasuk ngeloding di atas dump truck,” jelasnya.

Mustajab mengatakan, pengerahan armada kini difokuskan pada satu segmen agar proses pengangkutan material dapat berjalan lebih efektif. Sebelumnya, armada dibagi ke beberapa lokasi sehingga penyelesaian pengerukan dinilai kurang optimal.

“Kita fokuskan armadanya. Jadi armada itu memang pada awalnya kita bagi di titik segmen-segmen. Setelah kami evaluasi, itu tidak efektif. Akhirnya kita fokuskan di satu titik untuk pengangkutannya,” ungkapnya.

Dengan pola tersebut, alat berat akan berpindah setelah pengerukan pada satu titik selesai. Sementara truk juga dipindahkan mengikuti lokasi penumpukan sedimen di tepi tanggul.

Adapun lebar Kali Mookervaart yang menjadi lokasi pengerukan bervariasi antara 30 hingga 50 meter. Sedimen yang diangkat memiliki ketebalan sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Dalam satu kali pengangkutan, setiap truk mampu membawa sekitar delapan meter kubik material. Dengan 30 unit truk, kapasitas pengangkutan mencapai sekitar 240 meter kubik dalam satu rit.

“Sedimennya kita ambil antara 1,5 sampai 2 meter. Dengan kapasitas truk 8 meter kubik dikali 30 truk, berarti per hari sekitar 240 meter kubik. Tapi saya berusaha itu dapat dilaksanakan minimal dua rit. Karena kita buang di Walungan, Kamal, lebih dekat,” tandasya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....