Dikira Begal, Pria di Cengkareng Jadi Sasaran Amuk Massa

  • 26 Mei 2026 21:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang pria menjadi sasaran amukan massa setelah diduga menjadi pelaku begal di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa pria itu bukan pelaku pembegalanC melainkan pencurian.

“Bukan begal, hanya pencurian biasa karena pelaku tidak membawa senjata tajam,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Mei 2026.

Diketahui, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu. Kejadian bermula ketika pelaku melintas di lokasi dan melihat sebuah power bank yang tersimpan di dasbor sepeda motor milik warga yang terparkir di pinggir jalan.

Tanpa pikir panjang, pelaku mencoba mengambil barang tersebut. Namun aksinya diketahui oleh warga sekitar hingga akhirnya diteriaki sebagai begal.

“Pelaku melintas, melihat sepeda motor Honda Beat warna biru terparkir di sisi jalan. Di dasbor terdapat power bank yang kemudian diambil. Namun aksinya diketahui warga dan langsung diteriaki,” kata Wisnu.

Kemudian, kata Wisnu, mengingat situasi Jakarta Barat belakangan ini diwarnai isu maraknya begal, warga yang panik langsung mengeroyok pelaku. Akibatnya, pria tersebut mengalami luka cukup parah, terutama di bagian kepala.

“Untuk tindak lanjut awal, pria tersebut langsung dibawa ke RS Tarakan karena mengalami luka di bagian kepala,” ujar Wisnu.

Dalam proses pemeriksaan awal, polisi menemukan fakta lain bahwa pelaku positif menggunakan narkoba.

“Setelah dilakukan cek urine, hasilnya positif mengandung metamphetamine atau sabu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi dari pemilik power bank yang dicuri. Meski demikian, setelah kondisi pelaku membaik, ia langsung diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk proses lebih lanjut.

“Selanjutnya diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” kata Wisnu.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta tidak main hakim sendiri.

“Masyarakat diharapkan dapat memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah publik,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....