Korban Pembacokan di Tomang Jakbar Alami 9 Luka Bacok dan 100 Jahitan
- 21 Mei 2026 18:20 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunawan (33), korban pembacokan di Jalan Tomang Utara I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengaku dirinya mengalami sembilan kali bacokan hingga terpaksa harus menjalani sekitar 100 jahitan akibat serangan yang dialaminya.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 21.50 WIB itu sempat viral di media sosial dan dikira sebagai aksi pembegalan.
Namun, polisi telah memastikan bahwa kejadian tersebut dipicu persoalan pribadi yang diduga berkaitan dengan masalah asmara.
Saat kejadian, Gunawan menceritakan dirinya diserang dua orang bersenjata celurit saat tengah tidur di dalam kamar kontrakannya.
Ia mengatakan, dirinya dibacok sebanyak sembilan kali oleh pelaku yang merupakan suami dari teman kerjanya.
“Posisi saya lagi tidur. Pas saya bangun, dia (pelaku) udah nendang pintu. Langsung dia bacok-bacok saya pake celurit itu,” kata Gunawan kepada wartawan, Kamis, 21 Mei 2026.
“Bacoknya banyak. Mungkin ada sembilan bacokan. Ini dijahit sekitar seratus jahitan,” tambahnya.
Kemudian, kata Gunawan, dalam bersimbah darah, dirinya berusaha melarikan diri keluar dari kontrakan sambil meminta pertolongan warga.
“Iya, sambil minta pertolongan. Cuman kan orang-orang enggak berani. Cuman ada dari bengkel ini aja yang berani, mau berani nolongin,” kata Gunawan.
Meskipun mengalami luka cukup parah, Gunawan mengaku memilih rawat jalan lantaran keterbatasan biaya pengobatan. Menurutnya, jika dirinya mengikuti anjuran rumah sakit untuk dioperasi, biaya pengobatan bisa mencapai Rp150 juta.
“Ya, karena kita kan berjalan bayarannya. Jadi kita enggak, takut enggak sanggup bayarannya. Kemarin aja kalau kita dioperasi tuh sampai Rp150 juta katanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian itu bukan merupakan aksi pembegalan.
“Iya benar (ada kejadian pembacokan), tapi itu bukan pembegalan. Indikasi awal karena masalah pribadi, yakni persoalan asmara antara korban dan pelaku,” ujar Alexander saat dikonfirmasi, Kamis.
Menurutnya, dugaan motif dendam pribadi diperkuat dari keterangan awal korban kepada pihak kepolisian. Korban mengaku memiliki permasalahan dengan seorang pria yang diduga menjadi pelaku.
Selain itu, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut, sehingga memperkuat dugaan bahwa peristiwa ini bukan tindak pencurian dengan kekerasan.
“Dari keterangan korban, tidak ada barang yang diambil. Jadi kuat dugaan ini murni konflik pribadi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....