Kasus JakLingko Tabrak Lansia di Tomang Jakbar Berakhir Damai

  • 06 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kasus kecelakaan melibatkan armada JakLingko dengan seorang lansia 81 tahun di Jalan Tomang Utara Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat berakhir dengan penyelesaian damai.
  • Mediasi dilakukan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu dari Fraksi PSI yang memfasilitasi kesepakatan antara keluarga korban dan pihak Transjakarta.
  • Proses penyelesaian kasus dilakukan secara tertib melalui forum mediasi di Kantor Sekretariat Rukun Warga (RW) 10 Tomang pada 5 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus kecelakaan yang melibatkan armada JakLingko dengan seorang lansia 81 tahun di Jalan Tomang Utara Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada beberapa waktu lalu, berakhir dengan damai antara pihak keluarga dan Transjakarta.

Kesepakatan ini dihasilkan dalam mediasi yang difasilitasi Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, di Kantor Sekretariat Rukun Warga (RW) 10 Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

“Akhirnya, ada titik terang dari perjuangan panjang korban tabrakan angkot JakLingko bulan lalu untuk mendapatkan keadilannya,” kata Kevin saat dikonfirmasi, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam pertemuan itu, kata Kevin, Transjakarta menyatakan kesediaannya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga proses pemulihan selesai. Selain itu, biaya perbaikan sepeda motor milik korban yang rusak akibat kecelakaan juga akan ditanggung.

“Setelah bermediasi, TransJakarta sepakat untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban sampai tuntas. Kemudian, TransJakarta juga akan menanggung biaya perbaikan kendaraan motor milik korban yang tertabrak,” ujarnya.

Selain penyelesaian terhadap korban, pria yang identik dengan syal merah itu meminta Transjakarta bersama operator Mikrotrans melakukan evaluasi terhadap sistem kerja pengemudi JakLingko.

Menurutnya, sistem kejar target kilometer diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian pengemudi berkendara secara ugal-ugalan.

“Ini perlu diubah karena terlalu memberatkan sopir dan mendorong mereka berkendara secara sembrono, sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya,” katanya.

Sementara itu, anak korban, Patricia mengatakan, saat ini kondisi sang ayah sudah berangsur membaik, namun masih menjalani proses pemulihan akibat luka yang dideritanya.

“Kondisinya sudah lebih baik, cuma dadanya masih sesak, jadi masih harus kontrol lagi ke dokter. Tangan kirinya patah, hidung juga patah, jadi masih dalam proses penyembuhan,” kata Patricia.

Meskipun telah bersepakat untuk berdamai, ia berharap insiden serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Ia meminta seluruh pengemudi angkutan umum, khususnya JakLingko, agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintasi kawasan permukiman.

“Kalau untuk ke depannya, sopir-sopir JakLingko lebih berhati-hati dan pelan. Apalagi di lingkungan warga, tidak bisa ngebut atau kencang. Di sini juga sudah banyak kejadian. Jadi kalau bisa lebih diperhatikan lagi sopirnya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....