Dukung Jakarta Berkelanjutan, Jakpro Gelar Edukasi Gerakan Pilah Sampah
- 20 Mei 2026 17:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menggelar aksi edukasi pilah sampah secara serentak di sejumlah venue publik dan lingkungan kerja perusahaan pada 16–17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.
Program tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, seperti Jakarta International Stadium, Jakarta International Velodrome, serta Taman Ismail Marzuki. Jakpro juga melibatkan sejumlah unit operasional lain, termasuk kawasan Aston Pluit.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan gerakan pilah sampah menjadi bagian penting dari transformasi hijau perusahaan melalui inisiatif Jakgreen. Menurutnya, Jakgreen tidak hanya berbicara mengenai proyek besar atau teknologi hijau, tetapi juga tentang bagaimana membangun perubahan perilaku yang dimulai dari aktivitas sehari-hari.
“Gerakan pilah sampah ini menjadi langkah yang berdampak besar dalam mendukung Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Iwan, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak secara berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI menjadi salah satu pendekatan inovatif untuk membangun kesadaran lingkungan secara lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami percaya keberlanjutan harus hadir sebagai budaya bersama. Karena itu, Jakpro berupaya menghadirkan fasilitas, edukasi, dan inovasi yang dapat mendorong masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan kota,” katanya.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan melalui gerakan tersebut, Jakpro menyediakan tujuh kategori tempat sampah terpilah yang mencakup sampah organik, anorganik, kertas, kaca dan beling, logam, limbah B3, hingga sampah residu. Edukasi dilakukan secara langsung oleh karyawan dan petugas venue kepada pengunjung agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Dalam kegiatan tersebut Jakpro turut menghadirkan mesin pemilah sampah berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini mampu mengidentifikasi jenis sampah yang dimasukkan pengguna secara otomatis, sehingga pengunjung tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memperoleh edukasi interaktif mengenai kategori sampah secara langsung,” ujarnya.
Pendekatan berbasis AI tersebut dinilai mampu menghadirkan pengalaman baru dalam pengelolaan sampah di ruang publik. Selain lebih modern dan interaktif, penggunaan teknologi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai praktik pemilahan sampah yang benar.
Selama pelaksanaan kegiatan pada 16–17 Mei 2026, Jakpro berhasil mengelola total 18,9 kilogram sampah terpilah dari sejumlah venue utama. Sampah yang terkumpul didominasi residu sebesar 13,09 kilogram, disusul plastik dan kemasan 3,85 kilogram, botol, kaleng, dan kaca 1,78 kilogram, serta sampah organik 0,18 kilogram.
Seluruh sampah tersebut selanjutnya diproses sesuai metode pengelolaan masing-masing sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Jakpro menilai langkah ini menjadi awal untuk membangun budaya pemilahan sampah yang lebih konsisten di kawasan dan venue publik yang dikelola perusahaan.
Ke depan, program edukasi pilah sampah akan terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh kawasan operasional Jakpro. Melalui inisiatif ini, perusahaan berharap dapat memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan menuju target Net Zero Emission.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....