Warga Kalianyar Protes TPS Liar di Pinggir Jalan
- 31 Mar 2026 20:18 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat melayangkan protes terhadap keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar yang berada di pinggir jalan, tepatnya di samping Kali Kanal Banjir Barat (KBB).
Bentuk protes tersebut terlihat dari spanduk penolakan yang dipasang warga di tembok bantaran kali. Mereka menilai keberadaan TPS di lokasi tersebut mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.
Ketua RT 12 RW 01 Kalianyar, M. Toyib, mengatakan spanduk itu dipasang sebagai bentuk keresahan warga akibat lamanya pengangkutan sampah yang menumpuk.
“Memang warga yang pasang, karena kemarin sampah lama sekali diangkut. Selain bau, juga bikin macet karena lokasinya di badan jalan,” ujar Toyib saat ditemui di lokasi, Senin, 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penumpukan sampah yang sempat terjadi bukan kondisi rutin, melainkan dampak terganggunya pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang, Bekasi. Bahkan, sempat ada instruksi penghentian sementara pembuangan sampah pada 8 Maret lalu.
Akibatnya, sampah menumpuk di kawasan permukiman padat tersebut hingga viral di media sosial. Setelah Lebaran, tepatnya pada 24–25 Maret, sampah akhirnya diangkut hingga tuntas.
“Dua hari diangkut sampai bersih dan langsung disterilkan,” katanya.
Meski demikian, spanduk penolakan masih terpasang karena warga menilai persoalan utama belum terselesaikan. Ketiadaan lahan TPS membuat oknum warga kembali membuang sampah di pinggir jalan.
“Warga jelas menolak kalau sampah dibuang di situ lagi, karena itu jalan, bukan tempatnya,” tegas Toyib.
Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum menemukan solusi. Warga pun berharap pemerintah dapat merelokasi TPS ke lokasi yang lebih layak, seperti di bantaran kali.
Selain itu, warga juga menyoroti keterbatasan armada pengangkut sampah. Saat ini hanya tersedia dua truk untuk melayani wilayah Kalianyar yang terdiri dari 101 RT dan 9 RW.
“Sudah hampir 10 tahun begini, tapi belum ada solusi. Warga resah karena bau dan dampaknya ke kesehatan,” ujarnya.
Warga mengaku siap mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk program pemilahan dan pengolahan sampah. Namun, mereka berharap adanya edukasi dan sosialisasi dari pemerintah.
“Kalau ada program pengolahan sampah, kami siap. Tapi tolong diajarkan supaya warga bisa memilah dengan benar,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....