KAI Logistik Layani 2,1 Juta Ton BBM dan BBK hingga Agustus 2026

  • 03 Okt 2026 11:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat volume layanan pra dan purna angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK) mencapai 2,1 juta ton hingga Agustus 2026. Volume tersebut meningkat 5% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di kisaran 2 juta ton.

Kinerja layanan tersebut juga menunjukkan penguatan pada semester II 2026. Memasuki periode tersebut, layanan pra dan purna angkutan BBM tumbuh lebih dari 10% dibandingkan rata-rata kinerja pada semester I 2026.

VP of Commercial KAI Logistik Ferdian Pardosi mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan penunjang logistik energi tetap terjaga.

“Pertumbuhan kinerja layanan pra dan purna BBM/BBK menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan penunjang logistik energi terus terjaga. Bagi kami, pra dan purna bukan sekadar aktivitas pendukung, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai pasok energi,” kata Ferdian dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurut dia, KAI Logistik menyediakan layanan yang terstandarisasi di berbagai titik di Jawa dan Sumatra untuk mendukung distribusi BBM dan BBK. Layanan pra dan purna angkutan BBM/BBK tersebut telah beroperasi sejak 2020.

“Layanannya mencakup sejumlah kegiatan operasional, antara lain bongkar dan muat, pemeliharaan dan perawatan ketel, pencucian dan kalibrasi ketel, pemuatan dan pembongkaran, serta penanganan klaim susut,” ujarnya.

Saat ini, layanan tersebut tersedia pada 10 rute distribusi yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Beberapa titik layanan berada di Labuan, Kertapati, Maos, Cilacap, Rewulu, Madiun, Benteng, dan Malang.

KAI Logistik menyebut keberadaan layanan pada sejumlah titik tersebut mendukung kebutuhan distribusi energi, terutama di lokasi yang menjadi bagian dari rantai pasok BBM dan BBK.

Selain mendukung proses distribusi, aktivitas pra dan purna juga mencakup proses untuk menjaga kualitas, keamanan, dan akurasi angkutan. Pencucian dan kalibrasi ketel dilakukan untuk memastikan sarana angkutan memenuhi standar operasional, sedangkan pemeliharaan dan perawatan ditujukan untuk menjaga kesiapan sarana.

Ferdian mengatakan layanan tersebut menjadi bagian dari rantai pasok BBM dan BBK yang diperuntukkan bagi berbagai kebutuhan strategis.

“KAI Logistik akan terus berinovasi untuk memperkuat sistem distribusi energi yang berkelanjutan, efisien, dan terstandarisasi. Melalui layanan pra dan purna BBM/BBK, kami ingin memastikan bahwa setiap mata rantai penunjang distribusi dapat berjalan optimal, sehingga turut mendukung konektivitas antarwilayah dan agenda ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Dengan capaian 2,1 juta ton hingga Agustus 2026, KAI Logistik melanjutkan pengembangan layanan pra dan purna sebagai bagian dari layanan logistik untuk mendukung rantai pasok energi di Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....