Indonesia Hentikan Impor Beras, Kemandirian Pangan Menguat

  • 15 Sep 2026 15:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dinilai berhasil memperkuat kemandirian pangan setelah tidak lagi melakukan impor beras sejak tahun 2025. Kondisi tersebut juga menunjukkan meningkatnya kemampuan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat.

Dilansir dari Antara, Selasa 15 September 2026, Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengatakan bahwa penghentian impor beras merupakan capaian yang luar biasa bagi Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam tata kelola pangan nasional.

“Ini menarik sekali ya, karena kebutuhan beras itu dari beberapa waktu yang lalu sebelum hari ini, kita selalu impor. Hanya mulai 2025 tidak impor, 2026 tidak impor. Ini prestasi yang luar biasa menurut saya,” kata Anggia, Selasa 15 September 2026.

Anggia menjelaskan, Indonesia masih melakukan impor beras pada 2024 dengan jumlah sekitar dua juta ton. Namun, sejak 2025, pemerintah mulai memperkuat produksi nasional, sehingga kebutuhan beras dapat dipenuhi tanpa mengandalkan pasokan dari luar negeri.

Menurut Anggia, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari penyerapan hasil produksi petani dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Karena (tahun) 2024 seingat saya masih dua juta kalau gak salah (impor beras). Masih impor dan kalau hari ini tidak impor. (Tetapi) menyerap (hasil produksi) petani, menyerap hasil para petani, itu luar biasa,” ujar Anggia.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 4,722 juta ton per 14 September 2026. Jumlah tersebut menurun dari sebelumnya sekitar 5,4 juta ton karena sebagian stok telah disalurkan melalui berbagai program pangan pemerintah.

Capaian tidak lagi mengimpor beras dinilai perlu dipertahankan dengan memperkuat produksi nasional, pengelolaan cadangan pangan, serta dukungan kepada petani. Langkah tersebut penting agar kemandirian pangan Indonesia dapat terus terjaga.

(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....