Program Maggot BSF PLN EPI Kelola 561 Kg Sampah Organik Per Bulan

  • 19 Agt 2026 19:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Maggot Black Soldier Fly (BSF) hasil kolaborasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengolah rata-rata 561 kilogram sampah organik setiap bulan.

Program yang berjalan sejak 2024 dan dikelola Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem tersebut memanfaatkan maggot BSF untuk mengolah sampah organik menjadi maggot segar, kasgot atau bekas maggot, serta pupuk organik cair (POC).

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengatasi persoalan lingkungan.

“Program Maggot BSF membuktikan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus memperkuat ekonomi sirkular. Model pengelolaan tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan di daerah lain agar manfaatnya menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar Mamit, melalui keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem Riyanta mengatakan program tersebut turut mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah organik.

“Kini masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” kata Riyanta.

Sampah yang dikelola berasal dari 60 rumah tangga dan dua pelaku usaha angkringan. Pengelolaan tersebut turut mengurangi volume sampah yang menimbulkan bau dan pencemaran hingga 40–60 persen. Di sisi lain, pemilahan sampah dari sumber juga meningkat seiring keterlibatan masyarakat dalam program.

“Dari proses budidaya, rumah maggot menghasilkan rata-rata 50 kilogram maggot segar per bulan, 420 kilogram kasgot per tahun, dan 540 liter POC per tahun. Tingkat keberhasilan panen mencapai 30–55 persen pada setiap siklus budidaya,” ujarnya.

Hasil budidaya kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Maggot digunakan sebagai pakan lele sebanyak 547,5 kilogram dan ayam sebanyak 730 kilogram per tahun. Sementara itu, kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan sekitar 150 liter POC telah digunakan maupun dipasarkan.

Pemanfaatan hasil budidaya tersebut mendukung pertanian pada lahan seluas 400 meter persegi serta pengembangan usaha ternak ayam dan lele.

Dari sisi ekonomi, penjualan lele dan telur ayam menghasilkan rata-rata Rp1,5 juta per bulan, sedangkan penjualan sayuran mencapai sekitar Rp500 ribu per bulan. Kasgot dan POC memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp4,5 juta per tahun.

Selain menghasilkan pendapatan, pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak juga mampu menghemat biaya pembelian pakan hingga Rp10,08 juta per tahun.

Program tersebut melibatkan 25 anggota masyarakat sebagai pengelola aktif dan memberikan manfaat kepada sekitar 25–60 orang. PLN EPI bersama mitra juga telah menggelar 5–6 kali pelatihan pengelolaan sampah dan budidaya maggot.

Partisipasi masyarakat dalam memilah sampah tercatat meningkat hingga 60 persen. Keberlanjutan program diperkuat melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP), pencatatan produksi, serta kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM), Bank Sampah Ponjong, Bank Sampah Wonosari, dan Bank Sampah Patuk.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....