PLN EPI Siapkan Jaringan LNG untuk Pembangkit Listrik di Lima Lokasi

  • 15 Sep 2026 15:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyiapkan pengembangan jaringan logistik gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di Nusa Tenggara untuk memasok gas ke pembangkit listrik berkapasitas total 477 megawatt (MW) di lima lokasi. Infrastruktur yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2029 itu disiapkan untuk menggantikan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkit yang telah dapat menggunakan gas.

“Pada tahap awal, jaringan logistik LNG akan melayani PLTMG Lombok Peaker, PLTMG Lombok-2 Sambelia, Sumbawa, Flores, dan Maumere dengan kebutuhan gas rata-rata mencapai 39,8 BBTUD,” kata Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, dalam audiensi dengan Pemerintah Kota Mataram, Senin, 14 September 2026.

Erma menjelaskan pengembangan infrastruktur midstream menjadi kebutuhan utama karena wilayah Nusa Tenggara belum seluruhnya terhubung jaringan pipa gas dari sumber produksi.

“Untuk kasus Lombok, karena tidak ada pasokan gas yang langsung dari upstream, kita harus mengembangkan midstream-nya supaya kita bisa menyediakan sumber gas untuk pembangkit di Lombok,” ujarnya.

Menurut dia, gasifikasi diarahkan pada pembangkit yang secara teknis telah mampu menggunakan gas, tetapi selama ini masih mengandalkan BBM “Pembangkit-pembangkit yang sebenarnya bisa menggunakan gas dan selama ini masih menggunakan BBM, ini bisa kita ganti sumbernya dengan gas. Selain lebih efisien, gas juga lebih bersih dibandingkan BBM,” kata Erma.

Lebih lanjut Erma menjelaskan untuk mendukung distribusi LNG, PLN EPI menyiapkan satu kapal LNG berkapasitas 22.000 meter kubik (CBM) dengan waktu perjalanan pulang-pergi sekitar 10 hari untuk melayani lima lokasi secara bergilir.

Secara keseluruhan, pengembangan Cluster Nusa Tenggara dirancang mencakup sembilan unit gasifikasi darat (onshore gasification unit) dan dua kapal LNG yang akan membentuk rantai pasok terintegrasi, mulai dari pengangkutan, penyimpanan, regasifikasi hingga penyaluran gas ke pembangkit.

Di sisi penerima, fasilitas penyimpanan dan regasifikasi juga disiapkan di setiap lokasi. PLTMG Lombok Peaker direncanakan memiliki tangki berkapasitas 8.000 meter kubik dengan kapasitas regasifikasi 32,07 MMSCFD, sedangkan PLTMG Lombok-2 Sambelia akan dilengkapi tangki 5.000 meter kubik dengan kapasitas 23,75 MMSCFD.

Sementara itu, fasilitas di Sumbawa disiapkan dengan tangki 7.500 meter kubik dan kapasitas regasifikasi 29,29 MMSCFD. Flores direncanakan memiliki tangki 2.500 meter kubik dengan kapasitas 19,08 MMSCFD, sedangkan Maumere akan memiliki tangki 4.500 meter kubik dengan kapasitas 9,50 MMSCFD.

Erma mengatakan keberadaan infrastruktur tersebut menjadi kunci agar pasokan LNG dapat menjangkau wilayah kepulauan yang tidak memungkinkan dilayani melalui jaringan pipa. “Kalau midstream gasnya sudah tersedia, selain bisa menghemat BBM, tentu juga bisa menjaga keandalan dari sistem kelistrikan di Lombok,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri menyatakan pemerintah daerah mendukung pengembangan infrastruktur energi tersebut dan menilai koordinasi dengan PLN perlu terus diperkuat agar pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan daerah.

“Alhamdulillah, sudah cukup lama kerja sama kita berjalan. Kita juga selalu berkoordinasi dengan teman-teman PLN. Kerja sama yang ada selama ini berjalan dengan bagus,” kata Alwan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....