Komisaris PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer dan Biomassa Tetap Andal
- 17 Sep 2026 19:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meninjau langsung operasional PLTU Bolok di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan kesiapan pasokan energi primer dan implementasi program biomassa sebagai bagian dari penguatan keandalan pasokan listrik di Pulau Timor.
Kunjungan kerja yang berlangsung Kamis, 17 September 2026 tersebut dipimpin Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi bersama Komite Nominasi dan Remunerasi (NR). Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan kebijakan strategis perusahaan dalam menjaga rantai pasok energi primer di wilayah kepulauan.
“PLTU Bolok berkapasitas 2 x 16,5 megawatt (MW) telah beroperasi sejak 2013 dan menjadi salah satu pembangkit utama yang menopang kebutuhan listrik di Pulau Timor sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar minyak (BBM),” kata Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi.
Pihaknya juga menyatakan bahwa kondisi operasional pembangkit yang dikelola PT PLN Nusantara Power Services, termasuk kebutuhan energi primer, pengelolaan persediaan bahan bakar, hingga pemanfaatan biomassa untuk program co-firing.
“Keandalan pembangkit tidak dapat dipisahkan dari kesiapan energi primernya. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari kesiapan pasokan, pengelolaan persediaan hingga pemanfaatan biomassa, sehingga dapat menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan kebijakan strategis perusahaan,” kata Nikson.
Menurutnya, karakteristik NTT sebagai wilayah kepulauan menghadirkan tantangan logistik yang berbeda dibanding daerah lain. Karena itu, pengelolaan rantai pasok harus memperhitungkan ketersediaan sumber energi, moda transportasi, kondisi cuaca, kesiapan fasilitas penerimaan, hingga kecukupan stok untuk memitigasi risiko gangguan pasokan.
“NTT memiliki tantangan logistik yang berbeda dengan wilayah lainnya. Karena itu, pengamanan pasokan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhitungkan berbagai risiko agar energi primer dapat tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit,” ujarnya.
Selain memastikan pasokan batu bara tetap terjaga, Dewan Komisaris juga meninjau implementasi program co-firing biomassa yang menjadi bagian dari upaya PLN Group meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung agenda transisi energi.
PLN EPI juga mendorong pengembangan rantai pasok biomassa yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal agar tidak hanya memenuhi kebutuhan pembangkit, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi daerah sekitar.
“Kita ingin pemanfaatan biomassa tidak hanya memberikan manfaat dari sisi energi, tetapi juga mampu membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Potensi lokal perlu terus dipetakan sehingga rantai pasok biomassa dapat tumbuh secara berkelanjutan dan pada saat yang sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Nikson.
Melalui penguatan pengawasan dan pengelolaan rantai pasok yang lebih adaptif, PLN EPI menyatakan terus memperkuat fondasi ketahanan energi agar pasokan listrik di Nusa Tenggara Timur tetap andal, termasuk bagi wilayah-wilayah kepulauan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....