PLN EPI dan Perusahaan Singapura Jajaki Rantai Pasok Hidrogen Hijau
- 22 Jul 2026 00:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan perusahaan asal Singapura eFUELS SEA Pte. Ltd., menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjajaki pengembangan rantai pasok hidrogen hijau lintas batas dari Indonesia ke Singapura. Kerja sama ini menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam mengeksplorasi pengembangan ekosistem hidrogen hijau dan eFuels guna mendukung percepatan target Net Zero Emissions (NZE).
Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, 21 Juli 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir bersama Chief Executive Officer and Director eFUELS SEA Pte. Ltd. David Wang.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Indonesia sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok energi bersih lintas negara.
“Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi hidrogen hijau. Bersama eFUELS SEA, kami ingin mengkaji potensi tersebut secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi, infrastruktur, logistik, hingga model bisnis, sehingga dapat membangun rantai pasok hidrogen hijau yang kompetitif dan berkelanjutan bagi pasar regional,” kata Hokkop.
Menurut dia, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam memperluas pengembangan energi primer rendah karbon sebagai pendukung transisi energi nasional.
Hokkop menambahkan, nota kesepahaman itu akan menjadi fondasi untuk mengeksplorasi peluang pengembangan hidrogen hijau dan eFuels yang diharapkan dapat berlanjut menjadi proyek-proyek konkret.
Sementara itu, CEO dan Director eFUELS SEA Pte. Ltd. David Wang menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat produksi hidrogen hijau di kawasan karena didukung ketersediaan sumber energi terbarukan yang melimpah.
“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan rantai pasok hidrogen hijau regional. Melalui kerja sama dengan PLN EPI, kami berharap dapat mengombinasikan potensi energi terbarukan Indonesia dengan pengalaman eFUELS SEA dalam pengembangan proyek dan teknologi eFuels untuk menghadirkan solusi dekarbonisasi yang dapat diterapkan secara komersial,” ujarnya.
Ia mengatakan permintaan hidrogen hijau dan eFuels diperkirakan terus meningkat seiring komitmen berbagai negara menurunkan emisi karbon, terutama pada sektor-sektor yang sulit dialihkan ke elektrifikasi seperti penerbangan, pelayaran, dan industri petrokimia.
Dalam MoU tersebut, kedua perusahaan akan melakukan kajian bersama mengenai pengembangan rantai pasok hidrogen hijau dari Indonesia ke Singapura. Ruang lingkup kerja sama mencakup penyusunan studi, capacity building, benchmarking, evaluasi infrastruktur produksi, transportasi, penyimpanan dan distribusi hidrogen hijau, penyusunan kerangka kerja komersial, pertukaran informasi teknis dan regulasi, hingga eksplorasi penelitian serta proyek percontohan.
Selain itu, PLN EPI dan eFUELS SEA juga akan mengevaluasi potensi pengembangan sumber listrik berbasis energi terbarukan beserta aspek keterlacakan dan keberlanjutannya untuk mendukung pasokan hidrogen hijau jangka panjang bagi pasar regional.
PLN EPI menyatakan nota kesepahaman tersebut merupakan tahap awal penjajakan kerja sama yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi rendah karbon melalui kemitraan strategis, sekaligus mendukung implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), memperkuat ketahanan energi, serta berkontribusi terhadap pencapaian target Net Zero Emissions.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....