Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen jadi Fondasi Bersejarah Era Prabowo
- 12 Mei 2026 16:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Politik Ekonomi, Arman Saputra, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026 menjadi sinyal positif di tengah tekanan krisis global yang masih membayangi perekonomian dunia.
Menurut Arman, capaian itu tidak terlepas dari langkah besar Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi tata kelola perusahaan negara melalui pembentukan Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara.
“Ekonomi Indonesia di awal 2026 ini sejatinya sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja, badai krisis global masih mengintai di cakrawala. Namun di tengah ketidakpastian itu, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen menjadi anomali yang melegakan sekaligus mengejutkan dunia,” kata Arman dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Arman menilai, pembentukan Danantara merupakan langkah strategis yang mengubah wajah pengelolaan BUMN menjadi lebih profesional, terarah, dan fokus dalam menciptakan nilai ekonomi bagi negara.
“ Selama ini, BUMN kita sering dianggap sebagai raksasa yang lamban, terbelit birokrasi, dan kehilangan fokus. Kini, di bawah BP BUMN dan Danantara, perusahaan negara berubah menjadi kekuatan ekonomi yang bergerak di bawah satu komando strategis yang solid,” ujarnya.
Ia pun mengibaratkan sinergi antar-BUMN saat ini seperti “The Avengers” dalam sebuah semesta ekonomi. Di mana, kata Arman, seluruh perusahaan negara tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
“Ini adalah masterstroke atau langkah cerdas yang fundamental. BUMN menjadi lebih lincah, profesional, dan fokus pada maksimalisasi keuntungan yang pada akhirnya kembali kepada rakyat,” katanya.
Tak hanya itu, dia pun menyoroti kinerja bank-bank yang tergabung dalam Himpuna Bank Milik Negara (Himbara). Menurut Arman, arahan pemerintah agar bank BUMN lebih efisien dan agresif menyalurkan kredit justru menghasilkan dampak positif bagi perekonomian.
“Rata-rata laba bersih Bank Himbara tumbuh 12,4 persen secara year on year pada kuartal pertama 2026. Penyaluran kredit juga meningkat 11,8 persen dengan fokus pada UMKM dan hilirisasi industri,” ucapnya.
Dalam tiga bulan pertama di 2026, sinergi BUMN disebut telah menyumbang pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp120 hingga Rp135 triliun.
“Angka ini memastikan APBN tetap kuat di tengah tekanan global. Ketika mesin investasi dan perbankan bergerak, UMKM ikut tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan konsumsi rumah tangga tetap terjaga,” kata Arman.
Selain itu, ia menyebut peran BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD turut membantu menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas pasokan pangan nasional.
Arman menambahkan, keberhasilan transformasi BUMN juga menjadi sinyal positif bagi investor asing terhadap iklim investasi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo.
“Indonesia kini dipandang bukan sekadar tempat menanam modal, tetapi sebagai ekosistem ekonomi yang dikelola secara profesional dan visioner,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan capaian pertumbuhan ekonomi 5,61 persen belum menjadi akhir dari target besar pemerintah.
“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen tetap menjadi visi besar yang harus diperjuangkan. Namun, pembentukan BP BUMN dan Danantara telah memberikan arah dan fondasi yang jelas bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujarnya.
“Dengan kerja keras, jatuh-bangun, dan semangat pantang menyerah, ekonomi kita di bawah komando Presiden Prabowo siap menghadapi pertempuran ekonomi dunia yang lebih besar,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....